oleh

259 Raja Sultan dan Kepala Adat dari 34 Provinsi Hadiri Pengukuhan MARS Indonesia

JAKARTA-MEDIA RAJA: Sebanyak 259 Raja, Sultan, Datuk, Penglingsir, dan Kepala Adat dari berbagai daerah yang mewakili 34 Provinsi di seluruh Indonesia hadir menyaksikan Pengukuhan Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (MARS Indonesia) di Depdagri. Tingginya antusiasme menghadirkan optimisme Seni Budaya Nusantara akan kembali menjadi tuan rumah di negeri sendiri melalui kolaborasi yang erat antara Pemerintah dan Raja, Sultan, Datuk, Penglingsir, dan Kepala Adat.

Para Raja, Sultan, Datuk, Penglingsir, dan Kepala Adat mulai berdatangan ke Jakarta sejak hari Kamis, 23 Agustus 2017, sehari sebelum pengukuhan MARS Indonesia. Mereka menginap di sejumlah hotel di sekitar Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat. Pengukuhan MARS Indonesia memang berlangsung di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Kamis, 24 Agustus 2017.

Sejumlah Raja Sultan yang hadir antara lain Raja Palembang Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, Raja Kesultanan Mukomuko H Sultan Bangsa SH MH, Raja Pagaruyung Sultan Taufik Thaib, Ida Agra Pemayun, Anak Agung Oegroseno, Hari Ichlas Majolelo, , Tengku Raja Keumangan, Raja Bana Naineno, Sultan Muhammad Sidik bin Haji Mahmud Kaicil, Raja Abdul Hakim Ahmad Aituwarau, Raja Bontoa Maros Prof Dr Moh Asdar,  Raja Bosa Talu Tuanku Bosa,   Gusti Kamboja, Sultan Tayan Gusti Yusri, Sultan Banjar Chairul Saleh, Pangeran Hempi Raja Keprabon,  Arimbi Nurtani dari Kesultanan Kanoman, Pemangku Sultan Bulungan Datu Abdul Hamid,  Sultan Gowa Karaeng Katangka,  Sultan Gunung Tabur, Tengku Mira Sinar,  Andi Maradang dari Kedatuan Luwu,  Andi Bau Malik, Andi Nur Bau Massepe, Tuanku Rajo Godang Jambu Lipo,  Datu Dissan dari Kesultanan Bulungan.

Raja Paser Kaltim Dr MH H Andrian,  Raja Bana Naineno, Tengku Raja Keumangan, Raja Abdul Hakim Ahmad Aituwarau Daulat Yang Dipertuan Bagindo Sultan Besar Tuanku Rajo Disambah Raja Alam Surambi Datu Majo Basa  Sungai Pagu Solok Selatan, Panglima Raja Sungai Pagu Dubalang Johny Ersal.

Mereka datang dari 34 Propinsi di Indonesia. Dukungan Mendagri nampaknya membuat antusiasme para raja untuk hadir. Inilah kali pertama, Pemerintah melalui Kemendagri mengukuhkan Wadah Tunggal Organisaasi Raja Sultan Indonesia, yaitu Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (MARS Indonesia). Keberadaan MARS Indonesia sebagai wadah tunggal ditujukan untuk mensinergikan langkah dalam membangun Indonesia yang besar menuju Indonesia Golden Age.

Hadirnya ratusan Raja, Sultan, Datuk, Penglingsir, dan Kepala Adat dengan pakaian adat kebesarannya masing-masing sontak menyulap suasana Kemendagri menjadi penuh warna yang indah. Inilah simbolisasi sesungguhnya tentang Kebhinekaan di Indonesia. Semua kekuatan nusantara jika dikumpulkan akan nampak begitu indah mempesona.

Dewan Agung MARS Indonesia, Sri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin menyatakan MARS Indonesia telah melalui proses perjalanan Panjang. Semula dari cetusan Kemendagri untuk pembentukan wadah tunggal. Para Raja Sultan menindaklanjutinya dengan Musyawarah Agung Raja Sultan di Seminyak Bali 2016. Ide pembentukan Wadah Tunggal diteruskan dalam Musyawarah Agung Raja Sultan di Luwuk pada 2017 yang melahirkan deklarasi yang dituangkan menjadi Piagam Luwuk.

Piagam Luwuk ini menjadi langkah konkret pembentukan wadah tunggal Raja, Sultan, Datu Penglingsir, Pemangku Adat dan Tokoh Pelestari Budaya Kraton. Puncaknya Deklarasi Wadah Tunggal di Surakarta Hadiningrat 21-24 April 2017 yang dihadiri Raja Sultan, Datu, Penglingsir, dan Pemangku Adat dari seluruh Nusantara. (MM)