19 Desember 2017

Appaka Sulapa, Prinsip Kepemimpinan Dibalik Tangguhnya Karaeng Galesong

Ketua Lembaga Adat Karaeng Galesong, Prof Dr Aminuddin Salle di gapura pemakaman Karaeng Galesong di Ngantang, Malang, Jawa Timur

JAKARTA-MEDIA RAJA: Karaeng Galesong,  putra Sultan Hasanudin dari Kerajaan Gowa adalah pejuang tangguh yang tak mengenal kamus menyerah dengan lokus pertempuran yang bersifat nasional melawan Belanda di abad 17. Ketua Lembaga Adat Karaeng Galesong Prof Dr Aminuddin Salle membuka rahasia ketangguhan kepemimpinan Karaeng Galesong  yaitu prinsip Appaka Sulapa.

Karaeng Galesong adalah pelopor perlawanan yang bersifat nasional karena lokus pertempurannya yang lintas batas melalui kolaborasi dengan Sultan Hasanuddin di Sulawesi, Sultan Ageng Tirtayasa di Banten, dan Raden Trunojoyo di Jawa.

Karaeng Galesong yaitu I Mannindori Karaeng Tojeng adalah putra Sultan Hasanuddin dari Kerajaan Gowa. Tak bersedia tunduk dengan Perjanjian Bungaya yang mencabik harga diri, Karaeng Galesong bersama 6.000 pasukan terus melanjutkan perlawanan di laut dan kemudian bergabung dengan Sultan Ageng Tirtayasa dan Raden Trunojoyo, dua tokoh anti Belanda. Karaeng Galesong wafat 21 November 1679 dan dimakamkan di Ngantang, Malang, Jawa Timur.

Pemakaman Karaeng Galesong menjadi sarana untuk mengenal ketangguhan putra Sultan Hasanudin.  Gapura besar dibangun menuju pemakaman, berbentuk limas dengan bagian puncaknya berupa mahkota raja. Mahkota diapit dengan dua naga yang menjalar ke tiang gapura di kanan kiri. Di bawah dua naga bertuliskan “GAPURA ASTANA KARAENG GALESONG”.

Meski sudah tiada, masyarakat luas bisa mewarisi ajaran kehidupan Karaeng Galesong yang membuat pahlawan asal Sulawesi Selatan itu begitu tangguh.  Tengoklah tumpukan bata di makam yang dibentuk  empat persegi sama panjang. Sekilas seperti biasa, namun ternyata itu didesain untuk menggambarkan prinsip kepemimpinan Karaeng Galesong yaitu  Appaka Sulapa.

Ketua Dewan Adat Karaeng Galesong, Prof Dr Aminuddin Salle bersama permaisuri di makam Karaeng Galesong di Ngantang, Malang, Jawa Timur,

Hal tersebut diceritakan Prof Dr Aminuddin Salle, Ketua Lembaga Adat Karaeng Galesong yang juga Ketua Dewan Pakar Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN).  Prof Dr Aminuddin Salle menjadi tokoh yang gencar menularkan prinsip kepemimpinan Appaka Sulapa terutama kepada para pemimpin di Indonesia.

“Appaka Sulapa itu kepemimpinan empat dimensi, makanya digambarkan sebagai persegi empat sama panjang yang juga tergambar pada makam Karaeng Galesong di Malang,” kata Prof Dr Aminuddin Salle dalam perbincangan jarak jauh melalui sarana teknologi informasi.

Prinsip Appaka Sulapa sesungguh mencontoh karakter empat sahabat Rasulullah Muhammad SAW yaitu Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib, Usman bin Affan, dan Abubakar As-shiddiq.  Umar bin Khattab dikenal dengan sifat gagah berani, Ali bin Abi Thalib memiliki karakter cerdas, Usman bin Affan yang kaya, dan Abubakar Asshiddiq dengan sifat jujur terpercaya.

“Prinsip Appaka Sulapa itu berarti seorang pemimpin harus cerdas, jujur, berani, dan kaya,” cetus pria yang juga Ketua Dewan Pembina Pemuda Galesong.

Karaeng Galesong bisa tampil  begitu tangguh dalam berbagai pertempuran karena memiliki empat karakter tersebut. “Karaeng Galesong itu sangat berani, Belanda dilawan tanpa mengenal menyerah. Cerdas karena mampu meloloskan diri ke Jawa untuk terus bertempur padahal semua celah ditutup pasukan laut Belanda. Jujur sehingga dipercaya para prajuritnya yang bersedia terus berperang mengusir penjajah, dan kaya karena mampu membawa 6.000 prajurit,” terangnya.

Prof Dr Aminuddin Salle menegaskan prinsip ini perlu diterapkan kembali di bumi Indonesia. Saat ini banyak pemimpin di Indonesia tidak memiliki prinsip tersebut sehingga negeri ini terus digerogoti permasalahan korupsi.

“Banyak petugas negara yang kaya tetapi sesungguhnya miskin. Kaya yang sebenarnya itu adalah tidak mengambil hak orang,” papar Prof Dr Aminuddin Sale.

Guna menyebarkan prinsip kepemimpinan Appaka Sulapa,  Prof Dr Aminuddin Sale mengaku terus menularkan hal tersebut kepada siapa saja pada berbagai kesempatan. (MM)

Ketua Dewan Adat Karaeng Galesong, Prof Dr Aminuddin Salle berdiskusi soal prinsip kepemimpinan Appaka Sulapa bersama Irjen Pol (Purn) Mapparessa, Ibu Evia Oktavia, Bupati, dan Wakil Bupati Takalar.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan