oleh

Banyak Perkara Perdata di Keraton, FSKN Lantik Pengurus Badan Advokasi dan Bantuan Hukum FSKN

CIREBON-MEDIA RAJA: Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (DPP FSKN) melantik 14 orang anggota Dewan Pengurus Pusat Badan Advokasi dan Bantuan Hukum FSKN. Bidang Hukum dinilai penting mengingat banyak masalah hukum termasuk perdata di berbagai keraton anggota FSKN yang mendesak untuk ditangani.

Pelantikan berlangsung di Keraton Kasepuhan Cirebon pada 11 Februari 2018. Pelantikan dilakukan langsung Ketua Umum FSKN Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat, SE dan Sekretaris Jenderal Hj RAy Yani Soekotjo Kuswodidjoyo. Dalam acara ini hadir juga Pengurus dan Dewan Pakar FSKN diantaranya Raja Denpasar IX Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pamecutan, Ratu Keraton Amantubillah Mempawah Kalbar Dr. Ir. Arini Mariam, MSc, Eyang Prabon Anom, Datuq Adil Haberham dari Kesultanan Delhi, Wakil Sekjen FSKN Jenny Sarimanella, RAy Intan Rumbinang, dan Ibu Bebi Jim Saimima dari Dewan Adat Kerajaan Sriwijaya.

“Apakah saudara siap menjadi Pengurus Badan Advokasi dan Bantuan Hukum FSKN?,” tanya Ketua Umum FSKN Sultan Sepuh XIV mengawali kata-kata pelantikan.

“Siap,” jawab 14 orang advokat yang hadir.

Sultan Sepuh XIV yang mengenakan setelan hitam-hitam, lalu melanjutkan: “Dengan mengucap Bismillahirrohmannirrohim, dengan ini kami lantik dan kami sahkan Badan Advokasi dan Bantuan Hukum FSKN Periode 2018-2022, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati kita semua.”

Sesaat sebelumnya Sekjen FSKN Hj RAy Yani Soekotjo membacakan surat pembentukan dan pengangkatan Pengurus Badan Advokasi dan Bantuan Hukum FSKN periode 2018-2022. Surat bernomor SK No Sk003/DPP-FSKN/3/2018 tentang Pembentukan dan Pengangkatan DPP Badan Advokasi dan Badan Hukum FSKN periode 2018-2022.

Usai pelantikan Badan Advokasi dan Bantuan Hukum FSKN langsung menggelar rapat perdana di Keraton Kasepuhan. Keputusan rapat kemudian disampaikan Ketua Umum Badan Advokasi dan Bantuan Hukum FSKN KPB Tb Amri Wardhana SH, MH.

“Kita sudah sepakat untuk membahas perkara keperdataan yang ada di Kesultanan dan Kerajaan anggota FSKN, misalnya tanah ulayat. Kita tidak masuk ke ranah persengkatan internal keraton,” tegas Tb Amri Wardhana.

Tb Amri mengharapkan anggota FSKN memberikan dokumen-dokumen perkara. “Dari 141 keraton anggota FSKN tentu memiliki perkara masing-masing. Nanti kita pilah-pilah mana dulu yang akan ditangani sesuai urgensi dan skala prioritas,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, pengurus Badan Advokasi dan Bantuan Hukum FSKN juga diberikan arahan oleh Eyang Prabu Anom, anggota Dewan Pakar FSKN dari Keraton Amantubillah Mempawah. “

Badan Advokasi dan Bantuan Hukum dipimpin Ketua Umum KPB Tb Amri Wardhana SH, MH dengan Wakil Ketum Maman Suparman SH, MH, CN dan Liswar Mahdi SH. Sekretaris Jenderal KMS Herman, SH, MH, Msi, CLA, dibantu Wakil Sekjen Pahala Sagala, SH.  Bendahara Umum dijabat Ir Agus Mulya Sutanto SH, MH, MM dengan Wakil Bendahara Umum PR  luqman zulkaedin SH, M. KN dan H. D Andri  Effendi SH, MH.

Sementara para Pembela Umum terdiri dari Tommy  Irawan SH, DR(Can) Ramayati  Brahmana SH, MH, CLA, Heppy Lades Sidabutar SH, Ir Rubianto Rustanto SH MH, Andrianus Nazara SH, dan Yogi  Nathaniel SH MH.

Bertindak sebagai Dewan Kehormatan Badan Advokasi dan Bantuan Hukum FSKN adalah PRA Arief Natadiningrat SE Sultan Sepuh XIV Kasepuhan Cirebon, Ratu Kencana Wangsa Kraton Amantubillah Mempawah Kalbar, DR Ir Arini Mariam MS.c, Raja Sekala Brak Kepaksian Pernong ke 23 Brigjen Pol (Purn) Drs Edward Syah Pernong SH, MH. Sedangkan Dewan Penasehat KPH Dr wirabumi SH dan KPRB Tb A Abbas Wase SH, MH. (MM)