oleh

Bidu Bebandung, Pesona Wisata Bulungan Kaltara

TANJUNG PALAS, MEDIARAJA.com: Bulungan Kalimantan Utara menyimpan pesona kekayaan budaya yang berpotensi besar menarik wisatawan luar negeri dan domestik. Bidu Bebandung adalah salah satunya. Dalam perahu hias yang didominasi umbul-umbul warna kuning dan merah, berbagai seni budaya Bulungan ditampilkan termasuk Tari Jugit Demaring.

Kekayaan budaya Bulungan tak lepas dari keberadaan Kesultanan Bulungan yang dulunya mengandalkan Sungai Kayan sebagai infrastruktur transportasi.  Sungai Kayan tersebut pada akhirnya melahirkan berbagai budaya yang berbasis di sungai. Dengan sungai yang sangat lebar, dalam, dan panjang, memungkinkan perahu-perahu hias atau Bidu Bebandung berukuran besar memamerkan diri.

Bidu Bebandung pada acara adat Birau. Terlihat  Datu Abdul Hamid selaku Pemangku Sultan Bulungan, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak SH, Bupati Bulungan, Wakil Bupati Bulungan, Gusti Wedakarna,  Sultan Jambi dan  Andi Tamsil beserta tamu undangan lainnya dan para kerabat.

Fungsi Bidu Bebandung, salah satunya adalah untuk menjemput para tamu agung.  Sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu, Bidu Bebandung dihias kain dan bendera yang dominan warna kuning dan merah. Dengan tiupan angin kencang dan laju perahu menerjang ombak besar, kain yang berkibar-kibar di sekujur Bidu Bebandung menyajikan keindahan dinamis bagi siapapun yang memandangnya.

Tari  Jugit Demaring dalam Bidu Bebandung pada acara adat Birau  sebagai persembahan pada para tamu.

Ukuran Bidu Bebandung yang besar memungkinkan para penari Kesultanan Bulungan memainkan Tari Jugit Demaring dalam perahu. Dengan busana penari warna hijau dan merah, setiap gerakan penari menjadi jelas karena kontras dengan warna kuning di sekujur perahu. Musik khas Kesultanan Bulungan yang mengiringi para penari Jugit Demaring menambah pesona Bidu Bebandung. (MM)

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *