oleh

Cendikiawan Galesong: Kitab Leluhur di Angkut Penjajah, Indonesia Kehilangan Jati Diri

BALI-MEDIA RAJA: Jika kebanyakan orang berpendapat kerugian terbesar hadirnya penjajah adalah dikeruknya harta benda Nusantara, Prof Dr Aminuddin Salle memiliki opini lain. Cendikiawan Kerajaan Galesong ini menilai diangkutnya kitab-kitab karya para leluhur ke Eropa membuat Indonesia kehilangan fisik dan jiwa ajaran-ajaran leluhur yang menjadi jati diri Nusantara.

“Contohnya rasa malu yang menjadi ajaran leluhur. Di sini korupsi merajalela karena rasa malu hilang. Korupsi sulit sekali lenyap meski ada Kejaksaan, Kepolisian dan bahkan dibentuk KPK. Berarti ada masalah di hulunya yaitu rasa malu,” kata Prof Dr Aminuddin Salle yang merupakan guru besar hukum adat Universitas Hasanuddin Makassar saat sarasehan peluncuran Gamma Amantubillah di Bali 21 April 2018.

Baca juga: http://mediaraja.com/gamma-amantubillah-resmi-launching-di-bali-70-raja-bergabung/

Sebagai cendikian yang mempelajari hukum adat, Pemangku Adat Kerajaan Galesong tersebut menyatakan adanya korelasi dengan diangkutnya kitab-kitab para leluhur ke Eropa semasa penjajahan. Bangsa Eropa diyakini hadir di Nusantara bukan hanya karena rempah tetapi juga tertarik dengan kitab-kitab yang berisi berbagai ajaran kehidupan yang membuat Nusantara kala itu gilang gemilang.

“Banyak sekali kitab leluhur kita yang kini ada di museum dan perpustakaan Eropa. Mereka kemudian mempelajari, diajarkan dan diterapkan. Sedangkan kita menjadi kehilangan fisik dan jiwa ajaran-ajaran leluhur,” jelasnya.

Baca juga: http://mediaraja.com/gamma-amantubillah-resmi-launching-di-bali-70-raja-bergabung/

Dampaknya Eropa lebih memiliki rasa malu. “Kalau kita lihat penjara-penjara di Eropa makin kosong karena kejahatan menurun. Sebaliknya di sini penjara penuh sesak. Tindak kejahatan korupsi menjadi yang paling merugikan bangsa,” tambah Prof Dr Aminuddin Salle. (MM)

 

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *