oleh

Dukung Advokat FSKN, Keraton Mempawah Anugerahi Gelar Pangeran Nata Biksa

MEMPAWAH-MEDIA RAJA: Tugas berat menanti Badan Advokasi dan Bantuan Hukum FSKN dalam persoalan perdata keraton-keraton anggota FSKN. Guna mendukung kerja BA-BH bagi seluruh anggota FSKN, Keraton Amantubillah Mempawah Kalimantan Barat menganugerahi gelar Pangeran Nata Biksa pada para advokat FSKN.

Penganugerahan gelar berlangsung pada Jumat malam, 2 Maret 2018 di Keraton Amantubillah Kerajaan Mempawah Kalbar. Sebanyak delapan advokat pengurus dan anggota BA-BH Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) satu persatu mendapat pengalungan selempang dari Raja Mempawah Kalbar Dr. Ir. Mardan Adijaya, MSc dan Ratu Kencana Wangsa Dr. Ir. Arini Mariam, MSc.

Kedelapan advokat BA-BH FSKN tersebut adalah KPB Tb Amri Wardhana SH MH, KMS Herman SH MH MSi CLA, Ir Agus Mulya Sutanto SH MH MM, Liswar Mahdi SH, Tommy Irawan SH, Dr (Can) Ramayati Brahmana SH, Ir Rubianto Rustanto SH MH, dan Andri Effendi SH MH.

Sebelum pengunegerahan gelar, kedelapan anggota FSKN dan sejumlah masyarakat lain mengikuti ritual adat Toana. Ritual dimulai dengan doa-doa dan upacara adat Buang Buang. Asap dupa yang menari-nari di seantero ruangan Keraton Amantubillah menjadikan acara begitu sakral. Tak ada satupun peserta upacara adat yang berani bercanda.

“Upacara ini dihadiri baik yang nyata maupun yang kasat mata,” Raja memperingatkan.

Selanjutnya delapan advokat diminta memilih satu dari empat ketan yang disajikan yang berwarna putih, kuning, hitam, dan merah. “Silakan pilih sesuai hati nurani masih-masing,” kata Raja Mempawah XIII.

Putih adalah lambah kesucian dan merah adalah keberanian. Sementara kuning melambangkan kepemimpinan dan hitam adalah kegaiban.

Para advokat juga diminta memegang satu bagian dari ayam bakar jantan utuh. Mereka juga disajikan kelapa bakar dan telur bakar.  “Silakan pegang, apakah kepala, badan, sayap atau kaki,” tambah Raja.

Aneka makanan bakar merupakan simbol bahwa dalam hidup harus memiliki semangat membara. “Ayam bakar, telur bakar dan kelapa bakar, agar para advokat memiliki semangat membara untuk membantu para raja di Nusantara dalam perkara hukum,” cetus Raja.

Seusai upacara adat, tibalah giliran pemberian gelar. Kedelapan advokat FSKN masing-masing mendapat gelar Pangeran Nata Biksa Amantubillah.

Satu persatu advokat berdiri di hadapan Raja dan Ratu Mempawah untuk mendapat pengalungan selempang dan Pin Keraton Amantubillah Mempawah Kalbar. Mereka kemudian mendapat ucapan selamat dan pemberian sertifikat gelar dari Raja-Ratu.

Ratu Kenana Wangsa Mempawah Kalbar Dr. Ir. Arini Mariam, MSc menyatakan kerajaan-kerajaan di Nusantara sudah ada sejak beribu tahun yang lalu. Begitu banyak sistem tata nilai terutama pengelolaan jati diri di tiap kerajaan dibangun, dilaksanakan bahkan diturunkan kepada generasi penerus.

“Penganugerahan gelar Pangeran bagi pelaksana misi Raja Ratu  bagi kerajaan adalah sangat  utama. Tujuannya agar para advokat dalam melaksanakan tugas pendampingan kerajaan dalam masalah hukum  diberikan kekuatan kemampuan lahir bathin. Di sinilah, Kerajaan Mempawah  terpanggil untuk menganugerahi gelar Pangeran,” papar Ratu Kencana Wangsa Dr. Ir. Arini Mariam, MSc.

Sementara itu Sekjen Badan Advokat dan Bantuan Hukum FSKN KMS Herman SH MH MSi CLA mengucapkan rasa syukur dan ucapan terima kasih atas penghargaan gelar Pangeran Nata Biksa dari Raja Mempawah XIII Dr. Ir. Mardan Adijaya MSc dan Ratu Kencana Wangsa Amantubillah Mempawah Dr. Ir. Arini Mariam, M.Sc”.

“Kedepan sudah menanti tugas-tugas yang harus kami emban berkaitan dengan penegakan hukum khususnya diwilayah Keraton dan umumnya di wilayah Negara Kesatuan Republik Indinesia. Doakan semoga kami bisa menjalankan tugas dengan baik. Insya Allah amanah dan membawa keberkahan bagi semua,” cetus KMS Herman. (MM)

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *