oleh

Gamma Amantubillah, 70 Raja Nusantara Ikuti Upacara Kebangkitan Perempuan di Bali

BALI-MEDIA RAJA: Bertepatan dengan Hari Kartini tanggal 21 April 2018, Gamma Amantubillah (Gabungan Musyawarah Masyarakat Agung Amantubillah) bersama 70 Raja Nusantara akan merayakan upacara Kebangkitan Perempuan. Hari Kartini dinilai sebagai tonggak yang tepat bagi manusia untuk kembali mengenal jati dirinya bahwa sesungguhnya manusia berasal dari rahim perempuan. Dengan mengenal jati diri, selanjutnya akan lebih mudah mengenal jati diri bangsa guna melahirkan generasi berkarakter Nusantara.

Upacara Kebangkitan Perempuan berlangsung di Pecatu Bali tanggal 20-21 April 2018. Acara ini sekaligus menandai kiprah Gamma Amantubillah di bumi Nusantara. Gamma Amantubillah adalah gabungan masyarakat dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda.

Nama Amantubillah berasal dari Bung Karno saat tokoh pendiri bangsa itu hadir di Keraton Mempawah Kalbar pada 13 Maret 1922. Saat itu Bung Karno bertemu dengan Raja Mempawah XI Gusti Taufik Accamadin. Amantubillah bisa dimaknai manusia akan aman jika bekerja bersama Tuhan.

“Kita akan lebih mudah untuk menemukan jati diri jika kita mengenal dari mana kita berasal. Semua berasal dari rahim perempuan maka peringatan Hari Kartini menjadi momen yang tepat,” kata pendiri Gamma Amantubillah, Sinuhun Ratu Kencana Wangsa Dr. Ir. Arini Mariam, MSc yang juga Ratu Keraton Amantubillah Mempawah Kalbar.

Agar bermakna acara Kebangkitan Perempuan juga diisi dengan Sarasehan dan Musyawarah Agung. Sinuhun Ratu Kencana Wangsa berharap Gamma Amantubillah mampu melahirkan kader-kader yang berjati diri Nusantara. “Manusia seutuhnya hanya dapat terbentuk apabila dalam melaksanakan hidup menggunakan ingsun sejatinya, menggunakan nyawa, ruh, jiwa, batin, dan sukma. Tidak sekedar fisik belaka.”

Dari mengenal jati diri, selanjutnya akan lebih mudah mengenal jati diri bangsa sehingga menghadirkan bangsa yang berkarakter dalam pergaulan dunia. “Ihtiar melestarikan jati diri tentu harus dilakukan oleh masyarakat yang mendiami Ibu Pertiwi yaitu masyarakat yang merupakan manusia sejati yang selalu bekerja bersama Allah, manusia Amantubillah. Manusia yang unggul adalah manusia yang selalu bekerja bersama Tuhan,” jelas Sinuhun Ratu Kencana Wangsa.

Raja-Raja yang turut serta dalam acara bersejarah ini antara lain Raja Amantubillah Mempawah Kalbar Dr Ir Mardan Adijaya, MSc, Pemangku Sultan Bulungan Datu Abdul Hamid, Sultan Jambi RA Rachman, KPH Wiroyudho dari Puro Pakualaman, Sultan Bintan Huzrin Hood, Sutan Seghayo dari Kedatun Keagungan Lampung, Karaeng AA Mapparessa dari Kerajaan Turikale, Karaeng Marusu Maros Abdul Waris Tadjuddin, Opu Cening dan Andi Masita dari Kedatuan Luwu, Raja Tiworo La Ode Soleh, Sultan Buton La Ode Manarfa, Gusti Rendy dari Kerajaan Pulau Laut, Amiruddin dari Kesultanan Passer Kaltim, dan Abdul Hakim Achmad Aituarauw Kerajaan Kaimana, Andi Makmur Sadda Kerajaan Maraang, Andi Ansyari Datu Mangkona dari Kerajaan Wajo, A Junaedi Paraga Kerajaan Butta Salewangan Maros, dan Bau Akram Dai dari Kerajaan Mamuju.

Tokoh lainnya Prof Dr Aminuddin Salle Kerajaan Galesong, Tengku Parameswara Kerajaan Indragiri, Karaeng Baramammasse Andi Bau Malik dari Kerajaan Gowa, Andi Karim Beso Sekjen Majelis Tumanurung, John L Rehatta Kerajaan Negeri Soya Ambon, Audy Salhuteru Kerajaan Negeri Latuhalat Ambon, Adja Pelu Kesultanan Hitu Maluku, Saidin SPD Lakina Kahedupa, H La Ane Lakina Wanse, La Ode Anas Lakina Kapota, Loki Tasri Lakina Liya, La Rabu Mbaru Lakina Wali, Arfa Sama Kerajaan Tiworo, La Ode Djabaru dari Kesultanan Buton, La Ode Ahlul Musafi dan Muhamad Adam dari Kerajaan Kulisusu.

Selain itu tokoh dari berbagai latar belakang juga hadir seperti mantan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Ketua Asosiasi Kerajaan dan Keraton Indonesia Lalu Pharmanegara, T Zulkarnaini dari Aceh, Khuzamri Amar dari Padang, R Tb Syani Wiranatakusumah dari Nusantara Center, Hendra Fernandi Pemangku Adat Rejang Lebong Bengkulu, Tubagus Amri Wardana dari Banten, dan sejumlah praktisi bidang hukum seperti Liswar Mahdi, Agus Mulya, Rama Brahmana, dan Rubianto. (MM)

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *