oleh

Gencar Berbusana Adat, Ketum FSKN Sultan Sepuh Puji Jokowi-JK

JAKARTA-MEDIA RAJA: Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) memuji langkah Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla yang mulai gencar berbusana adat dalam acara kenegaraan. Langkah tersebut diharapkan memicu pejabat lain dan masyarakat umum melakukan hal serupa sehingga pakaian adat Nusantara menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Pada Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR 2017 di Gedung DPR/MPR 16 Agustus 2017, Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat Bone, Sulawesi Selatan yang merupakan daerah asal Wapres Jusuf Kalla. Sebaliknya Wapres Jusuf Kalla mengenakan pakaian adat Jawa yang merupakan daerah asal Presiden Joko Widodo.

Meski terlihat sederhana langkah keduanya bertukar pakaian adat memiliki makna luar biasa. Itu menjadi simbol berbaurnya masyarakat Indonesia dalam Bhinneka Tunggal Ika.

Penggunaan pakaian adat berlanjut pada Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara. Presiden mengenakan busana adat lengkap Batulicin, Kalimantan Selatan. Sedangkan Wapres mengenakan pakaian adat Sulawesi Selatan.

“Sudah 72 tahun pakaian adat kita dianaktirikan. Sekarang menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Semoga akan diikuti oleh para menteri, dirjen, anggota parlemen, gubernur, walikota, bupati, dan masyarakat,” kata Ketua Umum FSKN periode 2017-2022 Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat yang juga Raja Kasepuhan Cirebon bergelar Sultan Sepuh XIV dalam siaran pers.

Sebagai pimpinan organisasi keraton, salah satu tugas Sultan Sepuh XIV adalah mendorong pelestarian budaya nusantara antara lain pakaian adat. Menurutnya, pakaian adat nusantara, selain sangat indah, juga memiliki nilai yang kuat dalam setiap bagiannya.

“Ini saya kira menjadi awal yang sangat baik bagi penggalian budaya leluhur. Setelah pakaian adat, nanti akan terbuka lebar bagi masyarakat luas bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Inilah kenapa FSKN memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden dan Wapres,” tegas Sultan Sepuh XIV.

Sebagai negara yang dianugerahi oleh ragam suku dan budaya, Indonesia semestinya harus memajukan kebudayaan nasional. Karena hal itu sudah diamanatkan oleh UUD 1945.

Akan tetapi pada kenyataannya, setelah 72 tahun Indonesia merdeka, kebudayaan seperti dianak-tirikan dan bahkan menjadi program terendah di tingkat nasional, provinsi, kabupaten dan kota. Ditambah pula anggaran untuk mendukung kemajuan kebudayaan nasional merupakan yang terkecil, baik itu di APBN serta APBD provinsi, kabupaten dan kota.

“UUD 45 terdapat Bab Pendidikan dan Kebudayaan, yang artinya bahwa kebudayaan adalah sangat penting serta sudah diamanatkan oleh UUD 45. Oleh karena itu kita harus memajukan kebudayaan nasional agar tidak hilang tergerus zaman,” tegas Sultan Sepuh XIV.

Sultan Sepuh XIV menilai salah satu hal yang membuat Indonesia kehilangan jati diri dan tertinggal dari negara-negara lain adalah karena meninggalkan adat budayanya sendiri. Padahal Indonesia dikenal dunia dengan kekayaaan adat budaya yang luar biasa.

“Kita harus angkat kembali sehingga budaya menjadi bagian terpenting untuk memajukan bangsa dan negara. Jika sumber daya alam bisa habis,  kekayaan budaya semakin di gali akan semakin kaya,” tandas Sultan Sepuh XIV.

Sultan Sepuh XIV, atas nama FSKN juga mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-72. Semoga perayaan Kemerdekaan yang bertitik tumpu pada budaya sendiri, akan membuat Indonesia kembali ke jati diri. (MM)