oleh

Gotong Royong Masih Tumbuh Subur di Singgasana Pekal

PUTRI HIJAU-MEDIA RAJA: Budaya gotong royong di ambang kehancuran di negeri ini. Namun di Singgasana Pekal, Seblat, Putri Hijau, budaya gotong royong masih tumbuh subur. Para pewaris keraton menjadi garda terdepan pelestarian budaya nusantara termasuk budaya gotong royong.

Masih suburnya budaya gotong royong terlihat dalam persiapan upacara adat penobatan Sultan Bangsa sebagai Ketua Kaum Agung Pekal. Upacara adat akan berlangsung Sabtu, 29 Juli 2017 yang akan dihadiri seribu undangan dari berbagai elemen bangsa mulai para Raja Sultan Nusantara, Ketua Lembaga Adat Nusantara, kerabat Malaysia, para pejabat pemerintahan, dan masyarakat.

Bisa dibayangkan betapa repotnya mempersiapkan upacara adat akbar tersebut. Namun semua terasa ringan dengan masih suburnya budaya gotong royong.

Para pria yang hidup di sekitar Singgasana Pekal bertindak membangun tenda, menyusun panggung, menggotong beras, memotong kerbau dan lainnya. Sementara kaum ibu bergotong royong membuat aneka menu makanan bagi para tamu agung.

Saat pembuatan rendang misalnya, ada satu ekor kerbau, 2 ekor sapi dan 5 kambing yang menjadi bahan baku. Hanya dalam waktu setengah hari, ternak sebanyak itu sudah berubah menjadi rendang.

Kuncinya gotong royong. Setelah ternak dipotong, puluhan ibu-ibu membuat bumbu, memasak aneka bumbu, dan memasukkan daging ke dalam wajan. Api dari kayubakar membuat proses memasak rendang menjadi cepat kelar.

Meski terlihat berat, namun dengan canda ria, pekerjaan menjadi cepat kelar. Gotong royong memang budaya ampuh negeri ini yang semestinya tetap dipertahankan. (MM)

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *