oleh

Hibur Pemudik, Gua Sunyaragi dan Keraton Kasepuhan Buka Selama Ramadhan

JAKARTA, MEDIARAJA.com-Arus mudik juga digunakan para pemudik untuk menikmati wisata alam dan wisata budaya di sepanjang perjalanan. Cirebon dari sisi lokasi merupakan jalur ideal pemudik untuk transit. Di sisi lain, Cirebon begitu kaya budaya. Maka klop sudah, Cirebon ideal menjadi destinasi wisata budaya para pemudik.

Berlatar ingin memberi kesempatan para pemudik menikmati wisata alam dan budaya, Keraton Kasepuhan dan Taman Wisata Gua Sunyaragi buka selama bulan Ramadhan. Keraton Kasepuhan buka untuk umum pada  pukul 09.00-16.00 WIB. Sedangkan Taman Wisata Gua Sunyaragi bisa dinikmati pemudik pada jam 08.00-17.00 WIB.

Silakan baca juga: http://mediaraja.com/kala-museum-pusaka-keraton-ditata-bagai-mall/

“Kita memberi kesempatan kepada pemudik yang pulang kampung untuk ke Gua Sunyaragi dan Keraton Kasepuhan,” kata Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat.

Taman Wisata Gua Sunyaragi menjadi tempat yang cocok untuk melepas penat sekaligus mengagumi kehebatan leluhur Cirebon dalam seni arsitektur. Aneka wahana baru seperti Balon Terbang, Sepeda Gantung, Ayunan Gantung dan Panahan telah tersedia. Wahana baru ini belum lama dioperasikan, tepatnya sejak 10 Maret 2018.

Aneka wahana baru ini cocok di era medsos. Pengunjung akan mendapatkan foto-foto menakjubkan saat menaiki aneka wahana seperti Balon Terbang dan Sepeda Gantung dengan latar belakang Gua Sunyaragi yang ikonik.

Gua Sunyaragi yang luasnya mencapai 15 hektare, didirikan pada abad 17 oleh Pangeran Kararangan, cicit pendiri Cirebon Sunan Gunung Jati. Letaknya di Kelurahan Sunyaragi, Kota Cirebon.

Sunyaragi berasal dari kata sunya yang berarti sunyi dan ragi yang bermakna raga. Tempat ini memang didirikan sebagai tempat untuk bersemedi Sultan Cirebon dan keluarganya. Sebagai tempat semedi, maka sebagian besar bangunan  di sini dibentuk menyerupai candi. Hal yang unik adalah motif karang dan awan di sebagian besar bangunan. Motif ini sekarang banyak diadopsi pada batik Cirebonan.

Sementara di Keraton Kasepuhan, pemudik seakan memasuki lorong waktu menyusuri pusat peradaban Cirebon di masa lalu. Keraton Kasepuhan adalah keraton paling megah, terawat dan terluas di banding beberapa keraton lain di Cirebon.

Begitu masuk wilayah keraton, pemudik akan langsung melihat tembok bata merah, mirip dengan bangunan di era Jawa Timur yang menggambarkan kemegahan Majapahit. Di tempat ini terdapat bangunan Siti Hinggil dan beberapa bangunan lain. Lebih ke dalam akan dijumpai bangunan induk keraton Kasepuhan. Paling ikonik adalah Kutagara Wadasan yang berukuran 2,5 m x 2,5 meter,  berdiri tepat di depan bangsal utama keraton. Area depan Kutagara Wadasan ini menjadi area favorit pengunjung untuk berfoto diri.

Hal terbaru di Keraton Kasepuhan adalah Museum Pusaka yang diresmikan tahun 2017. Di tempat ini, pengunjung dijamin akan betah berlama-lama melihat aneka pusaka karena ruangannya di desain modern, sejuk, rapi, dan terang. (Mada Mahfud).

Silakan baca juga: http://mediaraja.com/kesultanan-kanoman-pelestari-budaya-cirebon/

 

 

 

 

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *