oleh

Insiden 22 Mei Berbuntut Panjang, FSKN Sultan Banjar Surati Presiden

JAKARTA, MEDIARAJA.com-Insiden 22 Mei 2018 di Istana Negara rupanya berbuntut panjang. FSKN Sultan Banjar Khairul Saleh mengirimkan surat ke Presiden Republik Indonesia. Isinya melaporkan kronologi FSKN sejak dipelopori pada 2002 hingga insiden 22 Mei 2018 di Istana Negara. FSKN Sultan Banjar merasa sebagai organisasi FSKN yang sah.

Mediaraja.com mendapatkan salinan surat melalui komunikasi seluler dengan Datu Dissan Maulana, Ketua I FSKN Sultan Banjar, Jumat siang, 25 Mei 2018. Mediaraja.com menghubungi Datu Dissan Maulana terkait insiden pertemuan dua FSKN di Kantor Staf Presiden pada 22 Mei 2018.

Baca juga: http://mediaraja.com/tak-terduga-dua-fskn-bertemu-di-istana-staf-presiden-kebingungan/

Baca juga:http://mediaraja.com/ray-yani-nilai-salah-undangan-penyebab-insiden-22-mei-di-istana-negara/

Saat ini terjadi dinamika terkait adanya dua ormas keraton dengan singkatan sama persis: FSKN. Kedua FSKN tersebut yaitu FSKN Sultan Sepuh XIV dan FSKN Sultan Banjar.

Baca juga: http://mediaraja.com/dualisme-fskn-tak-terhindarkan-sama-sama-berbadan-hukum/

Surat yang ditujukan kepada Presiden RI terdiri dari lima lembar dengan 18 point pokok. Surat ditembuskan juga kepada Deputi IV Kepala Staf Presiden, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pariwisata, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen Kebudayaan, Menteri Hukum dan HAM, dan Direktur Ormas Kemendagri. Surat ditandatangani Ketua Umum Sultan Banjar Ir H Sultan Khairul Saleh Al Mu’thasim Billah dan Sekjen Dr Ir KRAy Naniek Widayati Priyomarsono, MT.

Point 1 dan 2, diceritakan pada 2002 terjadi pertemuan putra Raja dan Sultan di Kutai Kartanegara Kaltim yang diprakarsai almarhum Pangeran Gunarso. Sejak saat itulah berbagai pertemuan Raja Sultan berlangsung di berbagai daerah sebagai dampak dibukanya kran demokrasi oleh Presiden Abdurrahman Wahid. Akhirnya pada 24 April 2006 terbentuklah FSKN dengan Ketua Umum Raja Denpasar IX Cokorda Ngurah Jambe Pemecutan.

Pada point 4, Surat FSKN Sultan Banjar kepada Presiden menceritakan, pada 27 April 2009 berlangsung rapat para Ketua FSKN. Keputusan rapat dibentuk Tim Penyelamat FSKN masa bakti 2007-2012 atas sebuah tuntutan hukum yang membelit Ketua Umum FSKN.

Point 8 menceritakan terjadinya Rapat Kerja Nasional FSKN pada 27 Maret 2010 di TMII Jakarta Timur. Agenda pokok membahas urgensi mengisi kekosongan posisi Ketua Umum FSKN. Terpilihlah Gusti Tedjowulan sebagai Ketua Umum FSKN antar waktu 2007-2012 sampai Musyawarah Nasional ke 2 FSKN.

Point 9, disebutkan berlangsungnya Musyawarah Agung FSKN ke-2 di Hotel Novotel Gajah Mada Jakarta Barat. Hasil Musyawarah Agung terpilih Gusti Tedjowulan sebagai Ketua Umum FSKN 2013-2018 . Hasil Musyawah Agung dicatatkan dalam akta notaris Inne Kusumawati SH.

Selanjutnya point 17 tertulis, terjadinya Munas FSKN pada 5 Mei 2018 yang menghasilkan kepengurusan baru dengan Ketua Umum Sultan Banjar Ir H Sultan Khairul Saleh Al Mu’thasim Billah dan Sekjen Dr Ir KRAy Naniek Widayati Priyomarsono, MT.

Point 18 berisi penjelasan kejadian 22 Mei 2018 di Kantor Staf Presiden. FSKN Sultan Banjar hadir ke Kantor Staf Presiden pada 22 Mei 2018 karena mendapatkan surat undangan dari Deputi IV Kepala Staf Presiden Bapak Eko Sulistyo.

Di akhir surat,  FSKN Sultan Banjar  menyatakan sebagai organisasi FSKN yang sah. (Mada Mahfud)

 

 

 

 

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *