oleh

Istana di Kalbar Tak Sebesar Istana di Jawa? Ini Jawaban Seorang Ahli

JAKARTA, MEDIARAJA.com: Istana kerajaan-kerajaan di Kalimantan Barat dari sisi ukuran, dinilai sebagian kalangan tak sebesar istana-istana di Jawa. Hal itu tak lepas dari orientasi arsitektural. Istana di Jawa berorientasi kosmologi Hindu-Budha, sedangkan istana di Kalbar berorientasi ke arah sungai sebagai akses utama sehingga tidak mementingkan kemegahan dan lahan yang luas.

Jika kita berkunjung ke istana-istana kerajaan atau kesultanan di Kalimantan Barat, kita akan mendapati bangunan istananya yang tak semegah dan seluas istana-istana di Jawa.  Mediaraja.com dalam beberapa kesempatan memposting foto-foto istana di Kalimantan Barat, ada sejumlah komentar yang membandingkan istana di Kalimantan Barat tak sebesar istana di Jawa.

Dr Uray Fery Andi, ST, MT,  dosen Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak memiliki jawabannya. Ia melakukan penelitian arsitektur istana di Kalimantan Barat. Penelitian berjudul “Sejarah Perkembangan Arsitektur Istana Kesultanan Melayu di Kalimantan Barat” merupakan disertasi yang mengantarkan Uray Fery Andi, ST, MT meraih gelar doktor di Institut Teknologi Bandung pada 2017.

Mediaraja.com membaca media release hasil penelitian Dr Uray. Terdapat 22 istana kesultanan Melayu di Kalimantan Barat, sembilan diantaranya masih utuh dan sisanya hanya berupa puing-puing istana. Corak Melayu begitu kental pada arsitektur istana di Kalimantan Barat. Itu tak mengherankan karena suku bangsa Melayu cukup dominan di Kalimantan Barat. Dan sebelum melebur ke dalam NKRI, sebagian besar Kalimantan Barat berada di bawah Kesultanan Islam.

Dari hasil penelitian, Dr Uray F Andi menyimpulkan arsitektur istana kesultanan Melayu di Kalimantan Barat tidak memiliki orientasi kosmologis. Bangunan istana dan sekitarnya berorientasi ke arah sungai sebagai akses utama transportasi dan komunikasi. Akibat terletak di tepian sungai, bentuk bangunan istana tidak terlalu besar dengan luas kawasan yang terbatas

Penelitian Dr Uray ini sekaligus sebuah kritik dari pandangan sebagian orang terhadap istana-istana di Indonesia. Orang Indonesia memandang istana adalah bangunan keraton seperti yang ada di Jawa, megah dan luas. Kemegahan dan luasnya bangunan keraton di Jawa karena berorientasi pada kosmologi Hindu-Budha.

Dr Uray mempelajari sejarah perkembangan kesultanan dan khazanah arsitektur istana-istana Kesultanan Melayu di Kalimantan Barat dengan menggunakan metode interpretive-historical. Hasilnya adalah suatu kronologi arsitektur dari berbagai perspektif.

Arsitektur istana-istana kesultanan Melayu di Kalimantan Barat mencerminkan relasi kekuasaan yang berubah sesuai dengan perkembangan kesultanannya. Ini ditandai dengan adanya perubahan lokasi istana, pola dan konfigurasi spasial, fungsi dan susunan ruang, bentuk, tampilan bangunan dan ragam hias pada setiap periode waktu.  Salah satu perubahan yang signifikan adalah hilangnya fungsi ruang singgasana pada bangunan istana dan diganti dengan ruang kerja pada periode pemerintahan kolonial Hindia-Belanda.

Politik mempengaruhi arsitektur

Politik menjadi faktor yang berpengaruh pada perkembangan arsitektur istana. Meskipun faktor ekonomi menjadi faktor yang dominan, namun tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan ekonomi dilakukan melalui tindakan politik. Bahkan tindakan politik sering kali disamarkan dan diwujudkan dalam bentuk sistem sosial, budaya dan teknologi. Arsitektur istana kesultanan menjadi salah satu media bagi para penguasa untuk melakukan tindakan politik dan mempraktikkan kekuasaannya.

Dr Uray adalah dosen Program Studi Arsitektur di Universitas Tanjungpura. Beliau menyelesaikan studi S1 di Universitas Islam Indonesia pada tahun 1997, pendidikan master di Universitas Gajah Mada pada tahun 2002, dan pendidikan doktor diselesaikan pada tahun 2017 di Institut Teknologi Bandung. Bidang yang didalaminya adalah sejarah, teori dan kritik arsitektur. (Mada Mahfud)

 

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *