oleh

Keraton Benteng Ketahanan Budaya Nasional, FSKN-Lemhannas Sepakat Kerja Sama

JAKARTA, MEDIARAJA.com-Keraton memiliki peran penting bagi NKRI dalam menjaga ketahanan budaya nasional. Di sisi lain, Lemhannas adalah lembaga yang memiliki fungsi memantapkan ketahanan nasional. Karena itu, kedua lembaga sepakat melakukan kerja sama meningkatnya ketahanan nasional di bidang budaya.

Ketua Umum FSKN Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat dan Gubernur Lemhannas Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo menyatakan hal tersebut dalam pertemuan mereka di Kantor Lemhannas, 22 Mei 2018. Dalam kesempatan itu, Ketua Umum FSKN didampingi sejumlah pengurus antara lain Sekjen Hj RAy Yani Soekotjo, Bendahara Umum  Ibu Evi Oktavia, dan Wasekjen Ibu Ir Jenny Helda Sarimanella.

Hadir juga Ketua Koordinator Dewan Keraton FSKN Raja Denpasar IX Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecetutan, Dewan Pakar FSKN Brigjen Pol Dr Drs AA Maparessa MM, MSI, A Jazuli dari Keraton Kasepuhan, dan Ibu M Irawati Soemadi Lesnussa dari Trah Kerajaan Masarete, Buru, Maluku.

Sementara  Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo didampingi Marsdya TNI Bagus Puruhito (Wakil Gubernur Lemhannas), Laksda TNI Dedy Yulianto (Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan), Brigjen TNI Mindarto (Kepala Biro Humas), dan Kolonel Eddy Tarjono (Kabag Protokol & Peliputan).Sultan Sepuh XIV menyatakan FSKN beranggotakan keraton dari seluruh daerah di Indonesia. Keraton keberadaannya sudah berabad-abad lampau di tempat yang dikenal dunia sebagai Nusantara dan kini bernama Indonesia. Keberadaannya yang sudah begitu lama, menjadikan keraton tak lain dan tak bukan adalah pembentuk budaya bangsa.

“Keraton adalah pusat tradisi, pusat budaya dengan kearifan lokalnya masing-masing. Hingga kini tradisi-tradisi masih dijalankan keraton di seluruh Indonesia,” tutur Sultan Sepuh XIV.

Paska reformasi, keraton ditegaskan perannya oleh negara sebagai pelestari adat dan budaya. Dalam Permendagri No  39 Tahun 2007 disebutkan, keraton adalah organisasi kekerabatan yang dipimpin oleh Raja/Sultan/Panembahan atau sebutan lain yang menjalankan fungsi sebagai pusat pelestarian dan pengembangan adat budaya dan nilai-nilai sosial budaya yang terkandung di dalamnya, serta mengayomi lembaga dan anggota masyarakat.

“FSKN yang menjadi tempat silaturahim keraton-keraton dari seluruh Indonesia akan menjalin kerja sama dengan semua pihak termasuk Lemhannas untuk mendukung pelestarikan dan pengembangan budaya yang merupakan bagian terpenting dalam pemantapan ketahanan budaya nasional,” lanjut Sultan Sepuh XIV.

Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengakui keraton sebagai pusat budaya dan pusat tradisi yang membentuk karakter bangsa.  Keraton dengan aneka tradisi, akan efektif menjaga ketahanan nasional dari pengaruh budaya asing yang belum tentu cocok dengan kepribadian bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lemhannas menyinggung radikalisme dan terorisme yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir ini. Radikalisme dan terorisme adalah pengaruh asing dan hanya dapat dibendung melalui pelibatan semua pihak termasuk keraton di seluruh Indonesia dengan menggencarkan kembali penerapan budaya bangsa. “Keraton adalah bentengnya budaya nasional. Kita mendukung keraton untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi dan budaya karena keraton memang pusat tradisi dan budaya bangsa,” kata Gubernur Lemhannas.

Untuk itu Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo sepakat perlunya kerja sama antara FSKN dan Lemhannas. Menurutnya, keraton memiliki peran dalam mewarnai peradaban bangsa melalui pelestarian dan pengembangan budaya.

Untuk mempererat hubungan dua lembaga, dalam pertemuan tersebut Ketua Umum FSKN PRA Arief Natadiningrat menyematkan PIN FSKN kepada Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. Sementara Gubernur Lemhannas memberikan sejumlah buku Lemhanas kepada Ketum FSKN. (MM)

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *