oleh

Kesultanan Bintan Peroleh Hibah dari HEH Natour Senilai 2 Juta-100 Juta Euro, Daerah Lain Menyusul

BINTAN, MEDIARAJA.com-Kesultanan Bintan Darul Masyhur memperoleh hibah dari His Excellency The Honorable Ahmad bin Zuhir bin Mohammad bin Jaber Al Natour. Hibah senilai 2-100 juta Euro yang nantinya di kurs ke dalam rupiah, akan digunakan untuk pembangunan Kepulauan Riau. Daerah atau negara lain bisa mendapatkan hibah serupa di masa depan.

Penandatangan hibah dilakukan Sultan Bintan Sri Paduka Tribuana H Huzrin Hood, SH, MH, MPol dan His Excellency The Honorable Ahmad bin Zuhir bin Mohammad bin Jaber Al Natour (HEH Natour) di Graha Kepri, Batam 6 Juni 2018 yang bertepatan dengan 21 Ramadhan 1439 H.

Silakan baca juga: http://mediaraja.com/h-huzrin-hood-restorasi-kesultanan-bintan-dan-pencetakan-koin-dinar-emas/

Sultan Bintan Sri Paduka Tribuana H Huzrin Hood, SH, MH, Mpol tengah menandatangani MoU.

Program hibah, 30 persen berupa dana tunai melalui rekening. Hibah dialirkan melalui GDTC (GDTC Group of Companies LLC) Jakarta ke dalam rekening Banki BNI milik Kesultanan Bintan Darul Masyhur.

Sedangkan 70 persen dalam bentuk deposito yang akan dijadikan jaminan kredit bagi pelaku usaha di Kepulauan Riau.  Deposito 70 persen ini akan digunakan kembali setelah 15 tahun bagi provinsi lain di Indonesia atau negara lain yang ditunjuk pemberi hibah.

His Excellency The Honorable Ahmad bin Zuhir bin Mohammad bin Jaber Al Natour tengah menandatangani MoU.

Pembiayaan kegiatan dari dana hibah akan memperoleh dukungan dari pihak terkait dengan program hibah. Bantuan Ponton Apung untuk nelayan misalnya, akan didukung surat dari Kementerian Keluatan dan Perikanan, sedangkan alat-alat nelayan akan didukung Gubernur Kepuluan Riau.

Apabila dana hibah akan digunakan di luar Kepulauan Riau maka akan diberitahukan dan harus mendapat persetujuan dari pemberi hibah, Pemerintah Daerah terkait dan Pemerintah Pusat.

Dalam MoU, dana hibah tidak boleh digunakan untuk pembangunan hotel dan kasino, gerakan politik dan partai politik, pemilihan presiden dan sejenisnya, obat-obatan dan narkotika, bahan kimia berbahaya, dan hal yang masuk daftar negatif di Indonesia.

Asal dana hibah dari dana keluarga dan perusahaan HEH Ahmad bin Zuhir bin Mohammad bin Jaber Al Natour. Dana berasal dari sumber yang bersih dan jelas, bukan dari tindak kejahatan, pencucian uang, dan narkotika. Bantuan bersifat langsung dan hanya perlu dikelola dengan baik oleh pihak terkait.

Siapa HEH Ahmad bin Zuhir bin Mohammad bin Jaber Al Natour? Ia memiliki berbagai usaha di sejumlah negara. Pengalamannya selama 24 tahun menangani 842 proyek konstruksi antara lain di bidang real estate, water treatment, wastewater treatment, infrastruktur jalan, dan pembangkit listrik. (Mada Mahfud)

 

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *