oleh

Ketum FSKN:  Pilih Kepala Daerah Peduli Adat Budaya

JAKARTA, MEDIARAJA.com-Nasib bangsa akan ditentukan setiap suara dalam Pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang. Untuk itu Ketua Umum FSKN (Forum Silaturahmi Keraton Nusantara) Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat mengimbau keluarga besar FSKN memilih Kepala Daerah yang peduli pelestarian dan pengembangan adat budaya di daerahnya masing-masing.

Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) akan serentak digelar di 171 daerah pada 27 Juni 2018. Melalui Pilkada serentak tersebut, akan terpilih 17 gubernur, 39 walikota, dan 115 bupati.

Dengan banyaknya jumlah kepala daerah yang akan terpilih, jelas Pilkada serentak kali ini akan memiliki efek penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara di masa mendatang. Tak terkecuali bagi pelestarian dan pengembangan budaya, sesuatu yang krusial karena budaya adalah jati diri sebuah bangsa. Salah pilih kepala daerah, akan turut berpengaruh terhadap kelangsungan pelestarian dan pengembangan adat budaya.

Tak heran Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) mewanti-wanti agar keluarga besar FSKN, keraton, dan komunitas adat budaya untuk menggunakan hak pilihnya. Setiap suara, akan menentukan nasib pelestarian dan pengembangan budaya di masa mendatang.

“Kepada keluarga besar Keraton se-Nusantara agar tidak golput,” seru Sultan Sepuh XIV.

Sebagai masyarakat yang peduli pada pelestarian adat dan budaya, Sultan Sepuh XIV mengimbau keluarga besar FSKN, keraton dan masyarakat adat budaya memillih calon kepala daerah yang menunjung tinggi adat dan tradisi. Bagi, Sultan Sepuh XIV ciri-ciri kepala daerah yang peduli adat budaya, bisa dikenali.

‘Dari jejaknya bisa kelihatan, calon yang peduli pada pelestarian adat budaya. Ia orang yang menjunjung  adat budaya, memajukan budaya keraton, dan memajukan wisata budaya. Dari programnya yang diusungnya juga kelihatan, memasukan program budaya dalam visi misinya,” tegas Sultan Sepuh XIV yang terpilih menjadi Ketum FSKN periode 2017-2022.

Sultan Sepuh XIV yakin jika keluarga besar FSKN, keraton dan masyarakat adat budaya menggunakan hak pilihnya dengan bijak, akan terpilih kepala daerah yang menjunjung tinggi adat budaya. Menurutnya komunitas adat budaya di Indonesia jumlahnya sangat besar. “Kita berharap, berdoa, dan berihtiar, semoga dalam waktu dekat kita memiliki gubernur, bupati dan walikota yang memerhatikan keraton, kedatuan, puri, dan istana,” kata Sultan Sepuh XIV.

Ketum FSKN menegaskan keraton, kedatuan, puri, dan istana adalah aset budaya bangsa yang tak ternilai harganya. Dalam keraton, kedatuan, puri, dan istana tersimpan kekayaan adat budaya bangsa yang jika dilestarikan dan dikembangkan, menjadi modal pembangunan bangsa ke depan. Karena itu segala upaya yang mengarah kepada pelestarian keraton harus dilakukan termasuk dalam penggunaan hak pilih keluarga besar keraton dalam memilih calon kepala daerah yang peduli budaya.

Coblos kepala daerah yang peduli adat budaya. (Mada Mahfud)

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *