oleh

Kuliner Pawon Bogana dan Eksisnya Keraton Kacirebonan

CIREBON-MEDIARAJA.com-Bagaimana membuat keraton kembali eksis di masa kini? Dengan menu Nasi Bogana yang dicitrakan sebagai kuliner kegemaran raja-raja Cirebon tempo dulu, Keraton Kacirebonan dengan Pawon Bogananya, sanggup memosisikan diri sebagai destinasi wisata kuliner bercita rasa budaya.

Keraton Kacirebonan, Sultan Abdul Gani Natadiningrat dan Ratu Beda Natadingrat tengah menerima tamu sejumlah Raja dan Pangeran dari berbagai daerah di Nusantara (Foto: Mada Mahfud).

Sungguh tak mudah bagi sebagian keraton di Indonesia untuk mencoba kembali eksis, tentu bukan sebagai pusat kekuasaan, melainkan sebagai salah satu pusat budaya lokal. Perubahan zaman sejak era Belanda hingga kini, membuat keraton di zaman sekarang harus mencari cara yang jitu untuk menapaki langkah demi langkah agar kembali menjadi salah satu pusat budaya.

Keraton Kacirebonan dari sisi ukuran, tidaklah seluas dua saudaranya, Keraton Kasepuhan dan Keraton Kanoman. Meski begitu Keraton Kacirebonan tetap mampu tampil eksis dengan sejumlah terobosan. Salah satunya dengan kuliner Nasi Bogana. Keberadaan Nasi Bogana mulai mampu menarik masyarakat luas untuk datang dan menikmati budaya Cirebon.

Nasi dicetak menyerupai nasi tumpeng kerucut/gunungan, bentuk khas adat budaya Nusantara. (Foto: Mada Mahfud).

Kuliner tak ayal, saat ini menjadi salah satu topik yang menarik minat masyarakat luas. Dan ini wajar, kuliner sesungguhnya menjadi keunggulan Indonesia karena didukung oleh keragaman etnik, keragaman adat budaya, dan keragaman rempah. Tempat kuliner juga menjadi wadah efektif bagi masyarakat Indonesia yang gemar berkumpul bersama dalam sebuah tempat mengasyikkan.

Dengan ditambah kegemaran masyarakat mengunggah foto kegiatannya ke media sosial, sempurnalah kuliner menjadi salah satu topik yang populer.  Bahkan tak jarang, para politikus membungkus pencitraannya lewat unggahan foto-foto kuliner melalui pesan-pesan yang diselipkan.

“Kalau saya mengunggah foto kegiatan politik, jarang ada yang menanggapi. Tetapi kalau foto kuliner, banyak sekali yang menanggapi,” kata seorang politikus muda yang sudah tenar dan memiliki pengaruh di tingkat nasional dalam sebuah obrolan dengan mediaraja.com.

Tari Topeng Keraton Kacirebonan diperkenalkan kepada pengunjung Resto Pawon Bogana.

Dengan segala situasi tersebut, maka tepatlah jika Keraton Kacirebonan menggali kekayaan kuliner turun temurun dan menghadirkannya di masa kini. Sultan Abdul Gani Natadiningrat, Sultan Kacirebonan memprakarsai sendiri brand Pawon Bogana dengan menu antara lain Nasi Bogana sebagai kuliner andalan untuk menarik minat masyarakat datang ke Keraton Kacirebonan.

Langkah pengenalan ke masyarakat dilakukan tiga tahun lalu. “Akhirnya resmi kita perkenalkan kepada masyarakat, dan alhamdulillah respon masyarakat cukup baik,” kata Sultan Abdul Gani Natadiningrat.

“Resminya Pawon Bogana dibuka sejak 17 Agustus 2016,” timpal Permaisuri Ratu Beda Natadiningrat.

Sultan Abdul Gani Natadiningrat dan Permaisuri Ratu Beda Natadiningrat (Foto: Mada Mahfud)

Karena tujuannya agar masyarakat kembali dekat dengan keraton, kuliner Keraton Bogana disuguhkan di Keraton Kacirebonan, bukan dengan cara membuka resto di tempat lain. Maka sebuah bangunan di ujung pojok depan keraton, disulap menjadi sebuah resto yang khas dan unik. Kereta zaman dulu dan pernak pernik budaya Cirebon menjadi penghias resto. Tampaknya, tempat ini dulunya adalah ruangan bagi tamu sebelum diterima Sultan Kacirebonan di keraton.

Menu pokok Pawon Bogana terdiri dari nasi yang dibentuk menyerupai tumpeng kerucut, opor ayam kampung, tempe, tahu, potongan telur rebus, kerupuk, timun, tomat, sayur slada, dan sambal. Nasi kerucut berwarna kekuningan karena dimasak dengan kunyit. Paling khas tentu opor ayam kampungnya yang dimasak dengan rempah dan santan, sebuah resep turun temurun dari Keraton Cirebon yang tentunya tak ada di tempat lain.

Teh Poci, minuman khas di daerah Tegal, Brebes, dan Cirebon (Foto: Mada Mahfud).

Menu lain juga disediakan terutama makanan ringan dan aneka minuman. Pengunjung yang pengin mencicipi Tahu Gejrot, juga disediakan disini. Demikian juga teh poci dengan gula batunya, akan membuat pengunjung bisa berlama-lama menikmati suasana Keraton Kacirebonan.

Tahu Gejrot, kuliner khas Cirebon (Foto: Mada Mahfud).

Hebatnya, tak berhenti di sini, pengunjung juga bisa sambil menikmati tarian Cirebon seperti Sintren dan tari Topeng yang diiringi gamelan yang digelar di halaman depan Keraton Kacirebonan.  Inilah yang membedakan kuliner di Keraton Kacirebonan dengan kuliner ditempat lainnya.

Meski baru dua tahun diluncurkan, kuliner Keraton Bogana sudah mendapat sambutan positif masyarakat luas. Bahkan komunitas masyarakat dengan anggota cukup banyak, sering hadir di Keraton Kacirebonan untuk menikmati paket kuliner Pawon Bogana dan kesenian Keraton Cirebon. Untuk jumlah pengunjung yang banyak, abdi dalem Keraton Kacirebonan akan menata meja dan kursi di halaman.

Para pengunjung di halaman Keraton Kacirebonan tengah menunggu kuliner Pawon Bogana.

Dengan langkah ini, Keraton Kacirebonan mampu menarik minat masyarakat luas untuk datang secara terus menerus. Dan kehadiran pengunjung dipergunakan Keraton Kacirebonan untuk mengenalkan adat budayanya kepada masyakat. Interaksi keraton dan masyarakat yang intensif, tentu akan berdampak positif di masa depan.

Gamelan Keraton Kacirebonan juga akan menghibur pengunjung Pawon Bogana (Foto: Mada Mahfud).

Semoga kuliner Pawon Bogana menjadi awal bagi langkah Keraton Kacirebonan berikutnya untuk menghadirkan kreasi-kreasi baru. Memang di era sekarang ini, keraton juga dituntut melahirkan ide dan kreasi baru sesuai dengan tuntutan zaman. Tentu tetap berpegang pada pakem adat budaya yang menjadi pembeda keraton dengan lainnya. Dengan cara tersebut, keraton diharapkan kembali menjadi salah satu pusat pelestarian dan pengembangan adat budaya seperti pernah terjadi di masa lalu. (Mada Mahfud)

 

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *