oleh

Matra dan Lembaga Adat Bulungan, Gelar Festival Adat Birau Berskala Nasional

JAKARTA, MEDIARAJA.com-Matra (Masyarakat Adat Nusantara) tahun ini memiliki gawe besar. Bekerjasama dengan Lembaga Adat Bulungan, keduanya akan menggelar Festival Adat Birau di Bulungan yang berskala nasional. Acara yang bertujuan melestarikan adat budaya ini akan berlangsung pada 12 Oktober 2018 di Bulungan, Kalimantan Utara.

Rencana penyelenggaraan Festival Adat Birau berskala nasional diungkapkan Ketua Lembaga Adat Bulungan Datu Buyung Perkasa dan Ketua Umum Matra KPH Wiroyudho. Lembaga Adat Bulungan akan mempersiapkan segala sesuatu di Bulungan, sedangkan Matra akan mengerahkan jaringan Matra yang berskala nasional dan regional.

Sejumlah persiapan telah dilakukan Lembaga Adat Bulungan dengan Pemkab Bulungan dan Pemprov Kaltara. Harapannya Festival Adat Birau ini berlangsung dengan meriah melalui dukungan pemerintah.

Baca juga: http://mediaraja.com/bidu-bebandung-pesona-wisata-kesultanan-bulungan/

“Festival Adat Birau ini sebenarnya berlangsung setiap tahun sekali dengan acara besarnya setiap dua tahun. Pada tahun 2018 ini kita rencanakan acaranya lebih besar lagi melalui kerja sama dengan Matra,” kata Datu Buyung Perkasa, Ketua Lembaga Adat Bulungan yang merupakan cucu Datu Mansyur, Pemangku Sultan Bulungan pada era 1925-1930.

Keberadaan adat istiadat Bulungan tak lepas dari Kesultanan Bulungan, yang merupakan Kesultanan terbesar di Kalimantan Utara. Istana Kesultanan Bulungan dulunya terletak di pinggir Sungai Kayan yang lebar sungainya mencapai 800 meter, salah satu sungai paling lebar di Indonesia.

Datu Buyung Perkasa optimis Lembaga Adat Bulungan akan mendapat dukungan penuh dari Pemkab Bulungan dan Pemprov Kaltara. Pasalnya, Lembaga Adat Bulungan, adalah lembaga resmi yang mendapat SK dari Kabupaten Bulungan yang berperan dalam pelestarian adat istiadat Bulungan.

“Festival Adat Birau ini tidak lain dan tidak bukan, bertujuan untuk melestarikan adat istiadat. Kita ingin anak cucu kita mengenal adat istiadat yang telah dibangun leluhur. Tanpa adat istiadat, kita akan kehilangan jati diri, makanya penting berbagai upaya pelestarian terus dilakukan,” kata Datu Buyung Perkasa.

Festival Adat Birau, tutur Datu Buyung, dinilai penting dalam merekatkan hubungan masyarakat Bulungan. Dalam festival ini, tiga suku besar di Bulungan yaitu Suku Bulungan, Suku Dayak, dan Suku Tidung akan menampilkan berbagai kekayaan budayanya termasuk tari-tarian.

Festival Adat Birau diyakini memiliki daya tarik besar di tunjang dengan keberadaan Sungai Kayan. Para tamu nantinya akan menaiki perahu Bidu Bebandung, perahu ukuran besar yang dibuat dengan menyatukan tiga perahu. Dalam perahu besar yang dihias ini, para tamu akan disuguhi tarian Jugit de Maring, tarian khas Kesultanan Bulungan.

Ketua Matra KPH Wiroyudho membenarkan keterlibatan Matra dalam penyelenggaraan Festival Adat Birau. “In Sya Allah, akan dibuat besar. Kita akan buat berbeda dengan festival-festival lainnya,” jelas KPH Wiroyudho.

Baca juga: http://mediaraja.com/kph-wiroyudho-negara-semestinya-tempatkan-raja-di-posisi-terhormat/

Baca juga: http://mediaraja.com/ketum-matra-kecam-teror-bom-surabaya-dan-harapkan-masyarakat-tak-terpancing/

Sementara itu Andi Tamsil, tokoh adat Bulungan menambahkan Festival Adat Birau ditujukan untuk mengenalkan adat budaya Bulungan ke seantero Nusantara. “Kita akan turut berkontribusi membangun bangsa yang besar, yaitu bangsa yang berbudaya, beradat, dan beradab yang menjadi jati diri kita,” kata Andi Tamsil.

Andi Tamsil mengharapkan masyarakat Bulungan bahu membahu dalam penyelenggaraan Festival Adat Birau. “Ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi masyarakat Bulungan untuk memperkenalkan budayanya ke seluruh negeri,” jelasnya. (MM)

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *