oleh

Sultan HB X Kunjungi Cirebon

(Artikel ini sebelumnya dimuat di Harian Media Indonesia pada 6 Maret 2009)

Kerajaan-kerajaan di Nusantara ternyata memiliki relasi kekerabatan yang erat. Romantisme relasi masa lampau inilah yang tengah dihidupkan Sri Sultan Hamengku Buwono X paska menyatakan kesiapannya berlaga pada Pilpres 2009.

Sri Sultan HB X menganyam relasi kekerabatan dengan mengunjungi keraton-keraton Cirebon kemarin, 5 Maret 2009. Sebelum ke Cirebon, Sri Sultan mengunjungi Sumatera Selatan untuk melacak jejak leluhurnya di daerah yang sebelumnya menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang. Kunjungan ke kerajaan di daerah lain juga akan menyusul. Rangkaian kunjungan ke berbagai kerajaan di Nusantara dilakukan Sri Sultan HB X paska Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat tersebut mendeklarasikan kesiapannya menjadi Capres pada 28 Oktober 2008.

Dalam kunjungan ke Cirebon kemarin, Sri Sultan HB X didampingi dua orang Ketua DPP Partai Golkar yaitu Enggartiasto Lukita dan Syamsul Muarif. Mereka mengunjungi tiga keraton sekaligus yaitu Keraton Kasepuhan Cirebon, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kanoman.

Di Keraton Kasepuhan, Sri Sultan HB X diterima putra mahkota Pangeran Arief Natadiningrat karena ayahandanya, Sultan Sepuh XIII yang juga dikenal Sultan Haji Maulana Pakuningrat tengah sakit usia lanjut. Dalam kesempatan tersebut, Pangeran Arief terang-terangan memberikan dukungan penuh terhadap kerabatnya tersebut.

“Sri Sultan berencana maju mengabdikan diri untuk negara. Kami sekerabat Kasepuhan menyambut gembira, ada saudara kami yang maju,” kata Pangeran Arief.

Menurut Pangeran Arief, hubungan Cirebon dan Yogyakarta terjalin lebih dari 600 tahun lalu melalui Majapahit, Demak, dan Mataram. “Hubungan sejarah ini harus dilestarikan dan dieratkan,” cetus Pangeran Arief.

Berikutnya Sultan HB X berkunjung ke Keraton Kacirebonan. Sultan Abdul Gani Natadiningrat menyambut tamu agungnya dengan suguhan Tari Sekar Kaputren. “Kita akan mengadakan kunjungan balasan ke Keraton Yogyakarta,” kata Sultan Abdul Gani.

Penyambutan terasa paling meriah di Keraton Kanoman karena kebetulan tengah menggelar upacara adat Awit Muni Gong Sekati yang dipimpin Sultan Kanoman XII Mohammad Emiruddin. Warga Cirebon berjubel memenuhi sepanjang jalan menuju Keraton Kanoman sekurangnya berjarak 500 meter. Upacara adat Awit Muni Gong Sekati adalah upacara  mencuci gong berumur lebih dari 500 tahun yang merupakan simbol eratnya relasi Kesultanan Cirebon-Kesultanan Demak, dan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Gong Sekati adalah hadiah Sultan Demak II atau dikenal Pangeran Sabrang Lor kepada Ratu Ayu Putri dari Kesultanan Cirebon. “Kita harus menghidupkan kembali tradisi Nusantara dengan hubungan yang erat,” kata Sultan Emiruddin.

Sultan HB X menyatakan kunjungannya ke Keraton-Keraton Cirebon memang ditujukan untuk menyambung kembali sejarah masa lampau. “Silaturahmi seperti ini akan mendekatkan kita. Semoga pertalian ini memberikan kontribusi untuk bangsa dan negara,” kata Sultan HB X. (M Mahfud)

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *