19 Desember 2017

Panca Dharma MARS Indonesia Dibaca Serentak 259 Raja Sultan di Kemendagri

Raja Bana Naineno II, PhD dari Kerajaan Oenun Mutis/Bikomi Meomafo

JAKARTA-MEDIA RAJA: Sebuah organisasi yang kuat, harus memiliki filosofi yang kuat dan mengakar pada nilai-nilai budaya.  Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (MARS Indonesia) sebagi wadah tunggal Raja, Sultan, Datuk, Penglingsir, dan Pemangku Adat di Indonesia mengusung Panca Dharma. Tak tanggung-tanggung, Panca Dharma dibaca 259 Raja Sultan secara serentak di Kemendagri.

Kesiapan MARS Indonesia mengusung Panca Dharma terlihat dalam Pengukuhan MARS Indonesia di Kementerian Dalam Negeri, 24 Agustus 2017. MARS Indonesia adalah wadah tunggal organisasi Raja Sultan di Indonesia. Pengukuhan MARS Indonesia dilakukan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Pembacaan Panca Dharma dilakukan Raja Bana Naineno II,  PhD dari Kerajaan Oenun Mutis/Bikomi Meomafo, Nusa Tenggara Timur. Dengan busana raja, Raja Bana membacakan Panca Srada di hadapan 259 Raja, Sultan, Datuk, Penglingsir, dan Pemangku Adat dari 34 Provinsi di Indonesia. Selain itu juga hadir pejabat Kementerian Dalam Negeri, DPD, pejabat TNI AD, TNI AL, TNI, dan Polri.

Tokoh budaya nasional yang mampu mengaktualisasikan budaya dalam tataran nyata juga hadir seperti Ibu Mooryati Soedibyo dan Dirut Taman Mini Indonesia Indah Bambang Soetanto. Ibu Mooryati adalah keturunan Paku Buwono dari Keraton Surakarta yang  dikenal mampu mengangkat warisan keraton yaitu jamu ke tingkat dunia

Tak hanya dibaca oleh Raja Bana seorang diri, teks Panca Dharma juga dibaca semua hadirin pada saat Pengukuhan MARS Indonesia. Raja Bana membaca di depan dan ditirukan 259 Raja, Sultan, Datuk, Penglingsir, dan Kepala Adat dari 34 Porvinsi yang hadir.

Panca Dharma terdiri atas lima kalimat yaitu:

  1. Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berbudi Lihur, Amanah, Ikhlas, dan Penuh Tanggung Jawab.
  2. Berjiwa Kebangsaan, Rela Berjuang, Ksatria, Senantiasa Menggalang Persaudaraan, dan Silaturahmi Sesama Raja, Sultan, Datu, Penglingsir dan Pemangku Adat.
  3. Peduli, Menghargai Pendapat Orang Lain, Demokratis, dan Berjiwa Bhineka Tunggal Ika.
  4. Berbudaya, Berwawasan Luas, dan Berperadaban Tinggi.
  5. Rendah Hati, Tidak Sombong, Rela Berkorban, Peduli Pada Sesama, dan Kemanusiaan.

Dengan jumlah suara sebanyak itu, membuat Gedung Sapta Bhakti Praja bergemuruh.  (Mada Mahfud)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan