19 Desember 2017

Pemerintah RI Tegaskan Pengukuhan MARS Indonesia Untuk Kembalikan Jatidiri Bangsa Indonesia

 

Sekjen Kemendagri Drs Hadi Prabowo, MM (tengah depan, mengenakan batik coklat) bersama Raja Sultan saat Pengukuhan Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (MARS Indonesia). -Foto Mada Mahfud

JAKARTA-MEDIA RAJA: Pemerintah Republik Indonesia menegaskan pengukuhan Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (MARS Indonesia) sebagai langkah strategis kemitraan antara Pemerintah dengan para Raja Sultan untuk mengembalikan jatidiri Bangsa Indonesia melalui kebudayaan. Ancaman Bangsa Indonesia kehilangan jatidiri makin nyata seiring membesarnya pengaruh budaya asing ke berbagai daerah.

Penegasan Pemerintah RI tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Drs Hadi Prabowo MM saat menyampaikan pidato dalam rangkaian Pengukuhan MARS Indonesia. Pengukuhan wadah tunggal organisasi yang menaungi para Raja, Sultan, Datuk, Penglingsir, dan Pembangku Adat berlangsung di Kemendagri, 24 Agustus 2017.

Pengukuhan dihadiri 259 Raja, Sultan, Datuk, Penglingsir, dan Pembangku Adat dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia. Tokoh budaya nasional dan Pejabat Pemerintah, Pejabat TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri juga hadir untuk mendukung Pengukuhan MARS Indonesia. Rupanya kesadaran untuk membangun kembali jatidiri Bangsa Indonesia tidak hanya merasuki jiwa para Raja Sultan, melainkan juga menghinggapi semua komponen bangsa sehingga ramai-ramai mendukung MARS Indonesia.

“Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kesehatan kepada kita semua sehingga bisa berkumpul pada acara yang berbahagia ini guna mengikuti kegiatan Pengukuhan Pengurus MARS Indonesia. Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan ucapan selamat kepada seluruh Jajaran MARS Indonesia yang hari ini telah dikukuhkan,” kata Sekjen Kemendagri.

Menurut Sekjen, budaya daerah yang dikembangkan  Raja Sultan di masa lalu merupakan pembentuk jatidiri bangsa, kekayaan bangsa harus dikembangkan secara serius dan seksama terutama dalam memajukan bangsa dan negara terutama pada era globalisasi saat ini. Saat ini seni budaya daerah sudah mulai terkikis dan tergerus budaya asing. Serta tidak sedikit pula, budaya Bangsa Indonesia yang telah diklaim negara lain. Budaya daerah diharapkan mampu menjadi landasan utama dalam pembentukan jati diri bangsa. Karena jatidiri merupakan karakteristik jiwa bangsa yang bersumber dari akar budaya daerah masing-masing.

“Keberadaan MARS Indonesia diharapkan dapat berperan aktifdi dalam memajukan budaya daerah dalam membentuk jatidiri Bangsa Indonesia. UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, menjamin kemerdekaan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat serta memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya baik secara individu maupun kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai perwujuan Hak Asasi Manusia,” tegas Sekjen Kemendagri.

Sekjen Kemendagri menyatakan MARS Indonesia dibentuk sebagai wadah berhimpun organisasi Raja Sultan dan lembaga adat yang telah eksis sebelumnya seperti FSKN dan Yarasutra. Terbentuknya MARS Indonesia sebagai berhimpunnya para Raja, Sultan, Datuk, Penglingsir dan Pemangku Adat se-Indonesia diharapkan dapat menjadi mitra kerja pemerintah dalam melestarikan budaya daerah sebagai penopang budaya bangsa.

“MARS Indonesia diharapkan dapat berpartisipasi aktif didalam upaya mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia serta menjaga dan memelihara, keutuhan dan kedaulatan NKRI,” lanjut Sekjen Kemendagri. (Mada Mahfud).

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan