oleh

Raja Gowa XXXVII Mangkat, Raja dan Sultan Nusantara Berduka

JAKARTA, MEDIARAJA.com: Raja Gowa XXXVII – I Maddusila Daeng Mannyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II mangkat hari ini, 10 Juni 2018 yang bertepatan dengan tanggal 25 Ramadhan 1439 Hijriyah. Raja, sultan dan para pangeran dari berbagai daerah di Nusantara menyampaikan duka cita.

Raja Gowa atau dikenal Sombayya ri Gowa terakhir kali dirawat di RS Bahagia Makassar. Informasi berita duka disampaikan YM Andi Yulianti dari Kerajaan Gowa.

Menurut informasi yang diterima Mediaraja.com, Raja Gowa terbentur akibat jatuh di kamar pribadinya. Ia kemudian dilarikan ke RS Bahagia Makassar. Raja Gowa sebelumnya menderita asma dan sejumlah komplikasi. Akibat komplikasi sejumlah penyakit, dalam kurun waktu setahun terakhir ini, kesehatan putra pertama Raja Gowa ke XXXVI ini menurun sehingga beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit.

Silakan baca juga: http://mediaraja.com/mengenang-sultan-bangsa-1-ucapan-belasungkawa-mengalir-dari-raja-dan-pengeran/

Silakan baca juga: http://mediaraja.com/pewaris-kesultanan-aceh-tutup-usia-jenazah-almarhumah-diterbangkan-dari-mataram-ke-aceh/

Raja Gowa XXXVII lahir pada 9 Juli 1950. Ia dinobatkan menjadi Raja Gowa pada 17 Januari 2015. Sebelumnya ia berkarier sebagai pegawai negeri dan pernah menjadi seorang camat di Jakarta.

Raja Gowa dikenal karena sangat aktif dalam berbagai kegiatan budaya yang melibatkan para Raja dan Sultan Nusantara. Ia hampir tak pernah absen mengikuti kegiatan para Raja dan Sultan di berbagai penjuru Nusantara . Bahkan di saat sakit pun, Raja Gowa tetap hadir. Di lingkup Sulawesi Selatan, daerah yang dikenal banyak kerajaan, Raja Gowa dipercaya sebagai Ketua Majelis Keturunan Tomanurung.

Tak heran, mangkatnya Raja Gowa menghadirkan duka yang mendalam di kalangan koleganya, para Raja, Sultan, dan pangeran dari berbagai daerah di Nusantara. “Innalillahi wa innailahi rojiun. Semoga Allah, SWT menempatkan YM Raja Gowa di sisiNYA,” kata Raja Mempawah Dr Ir Mardan Adijaya, MSc dan Ratu Mempawah Dr Ir Arini Mariam, MSc.

Redaksi mediaraja.com melalui akun facebook banjir kalimat doa dan ucapan duka cita antara lain dari Paduka YM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong Sultan Sekala Brak, Maspanji Satria Wangsa Kedaton Pejanggi Lombok, La Ode Arfa Kerajaan Tiworo Sulawesi Tenggara, Andi Tamsil Lembaga Adat Bulungan, Andi Idiel Fitri Kerajaan Wajo, Gusti Rendy Firmansyah Kerajaan Pulau Laut, Andi Nur Bau Maseppe dari Majelis Keturunan Tomanurung, Andi Erwing VII, Andika Rachmat Kerajaan Cantung, Raja Van Dae Tonga Lere Kerajaan Kabaena, Pangeran Hadi Datulong Kerajaan Selaparang, Niasari R Martadiradja Sunda Bandung, dan Pangeran Harry Gondo Kutai Kartanegara.

“Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung ikut serta merasakan duka yang mendalam atas berpulangnya Sultan Alaudin II Raja Gowa,” kata Pangeran Edward Syah Pernong yang juga kerabat Kerajaan Gowa.

“Turut berdukacita yang sedalam-dalamnya, semoga arwah almarhum mendapat tempat yang layak disisiNya,” doa Maspanji Satria Wangsa.

“Turut berduka cita yang mendalam. Semoga di lapangkan kuburnya, diampuni segala dosa-dosanya dan dimasukkan ke dalam surgaNya. Aamiin,” tutur Arfa Tiworo.

“Innalillahi wainna ilaihi roji’un, untuk dan atas nama keluarga besar almarhum YM Datu Belindungan dan Lembaga Adat Bulungan turut berduka cita se-dalam2nya, semoga almarhum khusnul khotimah Aamiin,” tulis Andi Tamsil.

“Innalillahi Wainnailaihi Rojiun turut berduka cita, semoga Almarhum YM Sombayya, husnul khotimah, Al Fatihah Aamiin YRA,” timpal Andi Idiel Fitri Kerajaan Wajo.

“Keluarga Besar Kerajaan Pulau Laut Kalsel mendoakan yang terbaik untuk PYM Sombayya ri Gowa,” tulis Gusty Rendy dari Kerajaan Pulau Laut.

“Kami segenap keturunan Tomanurung turut berduka cita sedalam-dalamnya,” kata Andi Nur Bau Masseppe.

“Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Turut berduka cita atas mangkatnya Sombayya ri Gowa semoga khusnul khotimah. Aamiin,” doa Andi Erwing VII.

“Kami atas nama keluarga besar Kerajaan Cantung beserta Lembaga adat kerakyatan dan kerukunan kerajaan Cantung turut berduka cita yang amat dalam atas wafatnyaSombayya ri Gowa,” kata Andika Rachmad.

“Keluarga Besar Kamokolea (Kerajaan) Tokotu’a Kabaena berbelasungkawa,” tulis Raja Van Dae Tonga Lere.

“Raden Niasari R Martadiradja Sunda Bandung mengucapkan duka cita dan semoga keluerga yang ditinggalkan diberi kelimpahan rahmat ketakwaan dan ketabahan,” tulis Radeb Niasari seraya memposting foto bersama Sombaya ri Gowa saat masih hidup.

Di forum-forum raja dan adat, ucapan duka cita juga mengalir deras.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kami dari FSKN Sultan Banjar menyampaikan belasungkawa, semoga Allah SWT menerima semua amal baik Raja Gowa XXXVII,” tulis Sultan Banjar Ir Khairul Saleh.

“Segenap Dewan Pengurus dan Keluarga Besar FSKN turut berduka cita sedalam-dalamnya atas wafatnya PYM Sombayya ri Gowa,” sebut Sekjen FSKN Sultan Sepuh XIV Hj RAy Yani Soekotjo dan Wakil Sekjen Jenny Helda Sarimanella.

“Kami dari Keluarga Besar Turikale Maros Sulsel turut berduka cita atas meninggalnya almarhum YM Raja PYM Sombayya ri Gowa,” kata Karaeng Andi Mapparessa.

“Keluarga Besar Kesultanan Sumbawa, Sultan Sumbawa Dewa Masmawa Muhammad Kaharuddin IV bersama permaisuri Dewa Merajabini Andi Bau Tenridjadjah ikut berduka cita atas mangkatnya Raja Gowa,” tulis Sultan Kaharuddin dari Kesultanan Sumbawa.

“Atas nama Sri Paduka KGPA Paku Alam IX Al-Haj Anglingkusumo kami turut berduka cita sedalam-dalamnya,” tulis KPH Wirayuda.

“Atas nama Kerajaan Indragiri Riau turut berduka cita atas wafatnya PYM Sombayya ri Gowa,” cetus Tengku Parameswara.

Tak ketinggalan Sutan Seghayo di Puncak Nur Mawardi menyatakan duka cita. “Keluarga Besar Kedatun Keagungan Lampung turut berduka cita.”

Demikian pula Kesultanan Sumenep Madura diwakili Raden Denny Suryaningprang. “Kami atas nama Kesultanan Sumenep berduka sedalam-dalamnya.”

Ucapan dukacita juga mengalir dari Ratu Dewi Arimbi Kesultanan Kanoman, Datuq Adil Freddy Haberham Kesultanan Deli, Raden Ikik Lukman dari Sumedang Larang, Sutan Rusdal Kerajaan Indragiri, Ester Mangiri Kapuangan Puang Balusu Toraja, Kanjeng Sultan Demak,  dan perwakilan Kerajaan Sulbar, KRAy Intan Rumbinang, Pangeran Tondi Hasibuan Kerajaan Huristak, Ully Sigar Rusady Sumedang Larang, Raja Djipang Kanjeng Barik Barliyan, Pangeran Hempi Raja Keprabon Kaprabonan Cirebon, Ratu Beda Natadiningrat Keraton Kacirebonan, Ratu Kokoda, Iwan ZM Kerajaan Banggai, dan Tazbir Abdullah dari Kementerian Pariwisata

Dari Masyarakat Adat Nusantara, ucapan duka cita disampaikan Ketua Umum KPH Wirayuda dan Sekjen Ferryzal Utama. “Atas nama Matra, kami mengucapkan duka cita mendalam. Semoga Sombaya ri Gowa termasuk golongan orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Ucapan dan doa juga disampaikan Aji Irham dari Kerajaan Parewa, Corrie Kastubi, PGM Andi Sofyan dari Qubu Raya, Hj Nunung Dasniar Bendahara Umum Matra, RA Huzaifah Keluarga Besar Persatuan Melayu Bugis Seumpun di Malaysia, Rekso Aminoto, dan Datuq Sri Ramlie  (Mada Mahfud)

 

 

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *