oleh

Raja Mempawah Kalbar: Bertuhan pada Agama Bisa Picu Konflik

Perbedaan agama dan keyakinan menjadikan orang menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda. Umat Islam menyebutnya sebagai Alloh SWT atau  umat Hindu Bali menyebutnya Sang Hyang Widhi. Raja Mempawah Kalbar menilai bertuhan pada Tuhan sebagai jalan yang tepat, sedangkan bertuhan pada agama bisa memicu konflik.

“Bertuhanlah kepada Tuhan, jangan bertuhan pada agama,” seru Raja Mempawah Kalbar Dr Ir Mardan Adijaya, MSc dalam beberapa kesempatan. Raja Mempawah termasuk salah seorang pendiri Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) dan kini juga mendirikan Gamma Amantubillah.

Baca juga: http://mediaraja.com/menengok-sejarah-fskn-1-ini-11-tokoh-pendiri/

Mediaraja.com beberapa kali meliput kegiatan Raja Mempawah Kalbar dan Ratu Mempawah Dr Ir Arini Mariam, MSc. Keduanya gencar mengampanyekan kerukunan antar umat beragama dalam berbagai kegiatan di Kalimantan Barat maupun di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: http://mediaraja.com/beda-dengan-fskn-dan-fkikn-gamma-bukan-forum-raja-semata/

Seorang raja adalah tokoh masyarakat yang seringkali diperankan sebagai pemadam kebakaran untuk mendinginkan api konflik. Pernyataan yang sejuk dari seorang raja sebagai tokoh masyarakat diperlukan untuk meredam konflik yang tak jarang menyeret umat beragama yang berbeda.

Menurut Raja Mempawah, Tuhan itu satu atau esa. Perbedaan latar belakang masyarakat dalam agama dan keyakinan, membuat mereka memiliki sebutan sendiri-sendiri. Hal tersebut lumrah adanya, dunia terdiri dari manusia yang berbeda-beda suku bangsa, warna kulit, ras, dan mendiami wilayah dengan lingkungan alamnya yang beragam.

Meskipun setiap agama mengajarkan untuk bertuhan pada Tuhan, tetapi pada kenyataannya banyak orang yang seakan bertuhan pada agama. Dampaknya saling muncul klaim sebagai yang paling benar dan merasa bisa bertindak sesuai keyakinannya dengan tidak memedulikan pihak lain.

“Kalau kita bertuhankah pada Tuhan, konflik tak akan terjadi. Sebaliknya kalau kita bertuhankan pada agama bisa memunculkan perbedaan yang membesar dan itu bisa memicu konflik antar umat beragama,” jelasnya.

Indonesia tak hanya berada di posisi strategis secara geografis, tetapi juga memiliki kekayaan dan keindahan alam. Maka wajar Indonesia menjadi rebutan berbagai bangsa di dunia dengan menanamkan pengaruhnya. Maka menjadi hal penting agar kelompok masyarakat tak terpancing dan dimanfaatkan kelompok tertentu.

“Mari kita renungkan, bertuhanlah pada Tuhan,” ajak Raja Mempawah yang juga dosen Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalbar. (Mada Mahfud)

 

 

 

 

 

 

 

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *