oleh

Raja Samu Samu Peringati Hari Pancasila di Sekolah Alam Watu Lumbung Yogyakarta

YOGYAKARTA, MEDIARAJA.com-Raja Samu Samu VI, Sekjen Silatnas (Silaturahmi Raja Sultan Nusantara) memperingati Hari Kelahiran Pancasila di Sekolah Alam Watu Lumbung, Yogyakarta. Acara juga dihadiri perwakilan Pakualaman, Polda DIY, Korem 072 Pamungkas, perwakilan masyarakat internasional, seniman, dan masyarakat setempat.

Peringatan Hari Kelahiran Pancasila tersebut berlangsung di puncak Bukit Watu Lumbung yang kini disulap menjadi Sekolah Alam. Acara berlangsung Jumat pagi, 1 Juni 2018.

Raja Samu Samu hadir pada pukul 9.30 WIB di lokasi acara dengan dikawal voorijder dari Polda DIY. Begitu tiba di lokasi acara, masyarakat setempat menyambutnya dengan sholawat Badar dan pengalungan selendang Sekolah Batu Alam.

Raja Samu Samu VI mendapat pengalungan selendang Sekolah Alam Watu Lumbung Yogyakarta (Foto: Mada Mahfud)

Selain Raja Samu Samu, acara juga dihadiri perwakilan dari Pura Pakualaman antara lain KPH Wiroyudho dan Gusti Fita Wiroyudho, sejumlah perwakilan kesultanan dan masyarakat adat dari berbagai daerah di Nusantara. Sedangkan perwakilan Polda DIY dan Korem 072 Pamungkas DIY sudah hadir terlebih dulu. Sedangkan dari perwakilan masyarakat internasional, hadir Rex William Coleridge Sumner.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya disusul pembacaan Pancasila yang dipimpin seniman kawakan Liek Suyanto. Kegiatan budaya dan lingkungan ini kemudian disusul dengan pembacaat ayat-ayat suci Alquran.

Seniman senior Liek Suyanto membacakan teks Pancasila (Foto: Mada Mahfud).

Saat memberikan sambutan, Raja Samu Samu VI menyempatkan diri memberikan Pin Silatnas kepada Liek Suyanto yang kebetulan tengah merayakan hari kelahiran ke-75. Raja Samu Samu berharap kerja sama antara Silatnas dengan seniman Yogyakarta akan terus ditingkatkan di masa depan guna melestarikan adat budaya berbagai daerah di Indonesia.

Raja Samu Samu VI Upulatu ML Benny Ahmad Samu Samu menyatakan Sekolah Alam Watu Lumbung tidak hanya untuk pelestarian alam tetapi juga pelestarian budaya Nusantara. Lokasi ini diharapkan bisa menggelar berbagai kegiatan budaya berbagai kerajaan di Nusantara terutama yang bergabung dengan Silatnas.

“Saya sudah beberapa kali datang ke sini bersama sejumlah Raja dan Sultan. Ke depan akan banyak lagi Raja dan Sultan yang akan hadir ke sini,” tutur Sekjen Silatnas.

Dengan menggabungkan pelestarian alam dan budaya, Raja Samu Samu yakin Sekolah Alam Watu Lumbung akan menjadi destinasi wisata yang menarik di masa depan. “Destinasi wisata tentu saja tak hanya membicarakan alam, tetapi juga budaya. Saya lihat di sini segala sesuatunya dibangun dengan menghadirkan kekayaan adat istiadat. Ini keunggulan Sekolah Alam Watu Lumbung,” kata Raja Samu Samu VI.

Pimpinan Sekolah Alam Watu Lumbung Muhammad Boy Rivai mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan BP Silatnas. “Tempat ini dulunya bukanlah apa-apa, hanya hutan. Orang dulu takut melewati tempat ini. Alhamdulillah sekarang menjadi lebih aman. Kami tidak saja mendorong pelestarian alam tetapi sekaligus pelestarian budaya,” tutur Boy Rivai.

Pimpinan Sekolah Alam Watu Lumbung Muhammad Boy Rivai (Foto: Mada Mahfud).

Pimpinan Sekolah Watu Lumbung menegaskan seluruh lapisan masyararakat yang mengunjungi Watu Lumbung bisa memperoleh manfaat dengan belajar pelestarian alam sekaligus pelestarian budaya. Untuk itu dia dan segenap pengurus Sekolah Alam Watu Lumbung, menghadirkan seniman budaya untuk mengisi berbagai kegiatan. Bangunan-bangunan yang berdiri pun di desain mengadoposi arsitektur budaya lelehur termasuk memindahkan bangunan kayu kuno.

Sementara itu perwakilan internasional Rex William Coleridge Sumner mengaku terpesona dengan keindahan alam, kekayaan sumber daya alam, dan kekayaan budaya. “Gabungan ini semua akan membuat Indonesia akan menjadi destinasi wisata dunia. Tinggal bagaimana mengelolanya saja,” kata Rex Willam. (Mada Mahfud)

Rex William Coloridge Sumner (Foto: Mada Mahfud).
Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *