oleh

RAy Yani Nilai Salah Undangan, Penyebab Insiden 22 Mei di Istana Negara

JAKARTA, MEDIARAJA.com-Pertemuan tak terduga dua FSKN berlangsung di Kantor Staf Presiden (KSP) di Istana Negara pada 22 Mei 2018. Hj RAy Yani Soekotjo Kuswodidjoyo, Sekjen FSKN Sultan Sepuh XIV  menilai pertemuan tersebut karena staf KSP mengirimkan undangan ke alamat berbeda. Kejadian salah undangan memang bisa saja terjadi mengingat ada dua ormas keraton dengan singkatan sama persis: FSKN.

Pada 22 Mei 2018, Kantor Staf Presiden mengadakan pertemuan dengan FSKN (Forum Silaturahmi Keraton Nusantara). Salah satu materi utamanya adalah pembahasan Festival Keraton di Sumenep Madura yang rencananya berlangsung Oktober 2018.

Baca juga: http://mediaraja.com/tak-terduga-dua-fskn-bertemu-di-istana-staf-presiden-kebingungan/

Festival Keraton di Sumenep Madura adalah program kerja FSKN pimpinan Sultan Sepuh XIV. Dan jelas, waktu lima bulan menuju Oktober 2018, bukan waktu yang lama untuk persiapan pelaksanaan festival yang berkaliber nasional bahkan regional. Bagi Sumenep sendiri, acara ini penting guna mendongrak arus wisatawan mengingat mereka memiliki aset kekayaan budaya dan tempat wisata.

Maka wajar jika FSKN Sultan Sepuh XIV sibuk melakukan pertemuan dengan berbagai pihak termasuk di Kantor Staf Presiden pada 22 Mei 2018. Harapannya, Festival Keraton di Sumenep Madura berlangsung sukses.

Namun pada 22 Mei 2018 terjadi sebuah insiden yang tak terduga. Ternyata menurut Hj RAy Yani Soekotjo Kuswodidjoyo, sebelumnya staf KSP mengirimkan undangan ke alamat yang berbeda. Kesekretariatan KSP mengirimkan undangan ke alamat FSKN yang diperoleh dari berselancar di internet. Kesekretariatan KSP kemudian mendapat alamat yang kebetulan alamat FSKN pimpinan Sultan Banjar Khairul Saleh.

Dengan undangan tersebut, maka datanglah KRAy Dr Ir Naniek Widayati, MT Sekjen FSKN Sultan Banjar ke Kantor Staf Presiden pada 22 Mei 2018. Hadirnya dua FSKN tentu saja mengagetkan semua pihak, sebuah pertemuan dua FSKN yang tak terduga. Namun Hj RAy Yani menegaskan tak ada kebingungan di Kantor Staf Presiden.

“Kantor Staf Presiden (KSP) tidak ada kebingungan sama sekali karena undangan di sebar via WA (Whatsapp) dan kita sudah beberapa kali rapat. Ini murni kesalahan dari Kesekretariatan KSP yang mengambil alamat dari website tanpa arahan dan perintah satupun pejabat KSP,” tegas RAy Yani kepada Mediaraja.com.

Insiden salah undangan pada 22 Mei 2018 boleh jadi karena banyak pihak, termasuk Kesekretariatan KSP belum tahu ada dua ormas keraton dengan singkatan yang sama persis: FSKN. (Mada Mahfud)

Bacan juga: http://mediaraja.com/fskn-gusti-tejowulan-munas-dualisme-fskn-muncul-kembali/

 

 

 

 

 

 

 

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *