oleh

Sekretaris Agung MARSI Ajak Raja-Raja Makin Aktif Jaga NKRI Paska Pemilu 2019

JAKARTA, MEDIARAJA.com-Pemilu 2019 ternyata menghadirkan riak dinamika yang membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu Sekretaris Agung Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (MARSI) Sultan H. Khairul Saleh Al- Mu’tashim Billah mengajak para Raja, Datu, Penglingsir dan Pemangku Adat untuk semakin aktif menjaga keutuhan NKRI paska hasil Pemilu 2019.

Sebagai tokoh di daerahnya masing-masing, para Raja, Datu, Penglingsir dan Pemangku Adat memiliki peran besar dalam  menjaga keutuhan NKRI. “Tentu para Raja, Datu, Penglingsir dan Pemangku Adat memiliki kapasitas untuk mengajak semua pihak agar bersama-sama merawat keutuhan NKRI,” kata Sekretaris Agung MARSI dalam siaran pers yang diterima Mediaraja.com.

Ia menegaskan para Raja, Datu, Penglingsir dan Pemangku Adat pada masa perjuangan kemerdekaan adalah pelopor berdirinya NKRI. “Untuk itu kita sebagai Raja, Datu, Penglingsir dan Pemangku Adat akan melanjutkan misi pendahulu kita sebagai pelopor dalam menjaga keutuhan NKRI,” jelas Sekretaris Agung MARSI.

Langkah MARSI sebagai payung organisasi para raja yang beranggotakan 500 Raja, Sultan, Datu, Penglingsir dan Pemangku Adat tidak akan main-main. Mereka akan secara khusus menggelar Musyawarah Agung. “Agenda utamanya adalah kesepakatan dalam memperkuat NKRI, Pancasila, UUD 1945  dan Bhineka Tunggal Ika,” tegas Sultan H. Khairul Saleh Al- Mu’tashim Billah.

Terkait dinamika paska Pemilu 2019, Sekretaris Agung MARSI menolak segala bentuk kekerasan baik yang dilakukan massa maupun aparat. “Kita semua harus mengendalikan diri. Kita semua satu bangsa, bangsa Indonesia, janganlah kita merugikan keutuhan NKRI dengan berperilaku kekerasan.”

Menurutnya setiap aksi kekerasan baik yang dilakukan aparat maupun rakyat, justru berbahaya dan berpotensi memecah belah NKRI.  “Kita belum terlambat. Hentikan kekerasan, kita adalah saudara. Kekerasan hanya akan memecah belah Bangsa. Kekerasan fisik antara rakyat dan aparat bisa berlanjut pada saling klaim kebenaran sepihak. Inilah awal dari celaka bangsa,” Sultan Khairul Saleh mengingatkan.

Agar tidak saling klaim kebenaran sepihak, Sekretaris Agung MARSI meminta semua pihak untuk menyelesaikan semua sengketa secara negarawan. “Karena kalau tidak dilakukan, hal Itu akan menjadi kegelapan bagi masa depan Bangsa Indonesia,” tegas Sultan H. Khairul Saleh Al- Mu’tashim Billah. (Mada Mahfud)

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *