oleh

Sultan Iskandar, Tokoh Sentral Raja Sultan Nusantara Era Kini

Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin adalah tokoh sentral Raja Sultan Nusantara di era kini. Sosoknya flamboyan dan kharismatik. Sultan Kesultanan Palembang Darussalam ini juga piawi mengemukakan pandangannya secara tegas dan lugas dalam berbagai forum diskusi.

Ketokohan Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin kembali terlihat pada diskusi ‘Merajut Bhinneka Tunggal Ika dan Membangun Harmoni Bangsa’ pada Kamis, 27 Juli 2019. Diskusi berlangsung di Sasono Adiguno Taman Mini Indonesia Indah.

Sebagian peserta diskusi menyempatkan diri foto bersama. Tampak Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, Dirjen Polpum Mayjen (Purn) TNI Soedarmo, Dirut TMII Tanribali Lamo dan sejumlah Raja Sultan Nusantara (Foto: Mada Mahfud)

Bukan sembarang diskusi. Acara diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri, institusi yang menaungi keraton di seluruh Indonesia. Acara ini juga memiliki bobot tinggi karena dihadiri tokoh-tokoh penting Raja Sultan Nusantara yang berhimpun dalam berbagai organisasi.

Hampir semua organisasi berbasis keraton hadir dalam pertemuan tersebut. Sebut saja Majelis Agung Raja Sultan Indonesia dan Forum Komunikasi dan Informasi Keraton Nusantara.

Dua organisasi keraton dengan nama dan singkatan mirip yaitu FSKN hadir dengan pimpinan tertingginya masing-masing yaitu Sultan Sepuh PRA Arief Natadiningrat dan Sultan Khairul Saleh Al Mu’tasim Billah. BP Silatnas (Silaturahmi Raja Sultan Nusantara) hadir tokoh pentingnya, Upu Latu Benny Ahmad Samu Samu.  Yayasan Kedaton Nusantara dengan pimpinannya PNA Mas’ud Thoyib J Adiningrat.

Demikian juga organisasi berbasis keraton lainnya antara lain Majelis Adat Nusantara (Matra), Asosiasi Kerajaan dan Kesultanan Indonesia (AKKI), Majelis Cendikiawan Keraton Nusantara (MCKN), dan Dewan Adat Nasional (DAN).

Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin bersama sejumlah Raja Sultan antara lain Sultan Khairul Saleh, Sultan Sepuh PRA Arief Natadiningrat, Dirjen Polpum Kemendagri Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, dan Dirut Taman Mini Indonesia Indah Tanribali Lamo menabuh alat musik Dol khas Bengkulu sebagai seremoni dimulai acara diskusi.

Dari Kementerian Dalam Negeri diwakili Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri Mayjen TNI Purn Soedarmo. Sementara Direktur Taman Mini Indonesia Indah Tanribali Lamo hadir langsung mengikuti acara. TMII menjadi lokasi ideal sebagai simbol keindaham Nusantara dalam beragamnya adat dan budaya.

Dengan bobot acara yang diselenggarakan Kemendagri dan dihadiri tokoh terkemuka Raja Sultan Nusantara, Sultan Iskandar didaulat membawakan Deklarasi Nusantara. Tentu terpilihnya Sultan Iskandar memiliki pertimbangan matang. Ia memang dikenal gigih dalam menyuarakan isi Deklarasi Nusantara.

Sultan Iskandar selama ini memang tokoh paling vokal dan berani dalam menyuarakan tuntutan Raja Sultan Nusantara kepada pemerintah dan negara Republik Indonesia. Maka wajar, ia menjadi sosok paling tepat dalam membacakan Deklarasi Nusantara.

“Kami ada sebelum kamu ada. Kamu ada karena kami akui kamu ada. Tak ada alasan bagi kamu untuk tidak mengakui kami,” tegas Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin di mimbar membacakan Deklarasi Nusantara mengawali diskusi ‘Merajut Bhinneka Tunggal Ika dan Membangun Harmoni Bangsa’.

Sultan Iskandar saat membawakan Deklarasi Nusantara dalam diskusi ‘Merajut Bhinneka Tunggal Ika dan Membangun Harmoni Bangsa’. Diskusi yang diselenggarakan Kemendagri, dihadiri Raja Sultan dari seluruh Indonesia.

Di sela-sela diskusi, dalam perbincangan dengan Mediaraja.com, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin menyatakan Raja Sultan Nusantara memiliki andil besar dalam berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pasalnya Raja Sultan Nusantara yang menyerahkan wilayahnya untuk digabung menjadi satu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Karena itu sudah sewajarnya pemerintah dan negara mengakui Raja, Sultan, Datu, dan Penglingsir sebagai mitra strategis dalam memperkokoh NKRI. Raja, Sultan, Datu, dan Penglingsir memiliki peran penting. Jangan pernah melupakan sejarah karena sejarah adalah pijakan kokoh bagi masa depan bangsa,” tandas Sultan Iskandar.

Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin bersama Dirut TMII Tanribali Lamo dan tokoh senior TMII PNA Masud Thoyib J Adiningrat. Taman Mini Indonesia Indah merupakan salah satu ikon pelestarian budaya Nusantara.

Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin menegaskan tekadnya akan terus berjuang mempersatukan Raja, Sultan, Datu, dan Penglingsir agar kemitraan dengan pemerintah terus meningkat. Salah satu agenda utamanya adalah mendorong berfungsinya Majelis Agung Raja Sultan Indonesia.

“Majelis Agung Raja Sultan Indonesia adalah induk organisasi keraton yang berdiri dua tahun lalu dan diakui secara resmi oleh Pemerintah RI. Namun hingga kini perannya belum optimal dalam terciptanya kemitraan dengan Pemerintah RI,” terang Sultan Mahmud Badaruddin yang juga Ketua Umum Yayasan Raja Sultan Nusantara (Yarasutra).

Ia menegaskan Majelis Agung Raja Sultan Indonesia sangat dibutuhkan. Tujuannya agar organisasi keraton di Indonesia bersinergi dan bukannya justru saling melemahkan.

“Maka pada kesempatan ini, saya melihat ini menjadi momen penting untuk kembali melihat dan menata Majelis Agung Raja Sultan Nusantara” tutur Sultan Iskandar yang selama ini dikenal getol mendirikan berbagai organisasi adat dan budaya. Selain mendirikan Yarasutra, ia adalah Dewan Agung Majelis Agung Raja Sultan Indonesia, pendiri Majelis Cendikiawan Keraton Nusantara, dan Barisan Adat Nusantara.

Sultan Iskandar mengingatkan adat dan budaya adalah identitas NKRI. Adat budaya harus terus dilestarikan dan dikembangkan demi lestari dan jayanya NKRI di masa kini dan mendatang. Tanpa identitas adat dan budaya, NKRI akan kehilangan jati dirinya dalam pergaulan dengan masyarakat dunia.

“Perlu diingat bahwa adat dan budaya itu adanya di Kerajaan, Kesultanan, Kedatuan, dan Penglingsir. Maka agar NKRI memiliki identitas adat dan budaya, maka Pemerintah NKRI harus menempatkan Kerajaan, Kesultanan, Kedatuan, dan Penglingsir menjadi mitra strategis pemerintah,” tandas Sultan Iskandar. (Mada Mahfud)

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *