19 Desember 2017

Sultan Palembang, Selebriti FKN XI Cirebon

CIREBON-MEDIA RAJA: Setiap gelaran event besar seringkali memunculkan tokoh tersendiri. Pada Festival Keraton Nusantara XI Cirebon, Sultan Palembang mencuri perhatian masyarakat. Penampilannya flamboyan, kharismatis dan begitu ramah. Wajar jika kemudian masyarakat tak segan dan memburu Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin untuk diajak foto bersama.

Festival Keraton Nusantara (FKN) XI berlangsung di Cirebon 15-19 September 2019. Kehadiran ratusan sultan, raja, permaisuri dan para pangeran dari seluruh Nusantara, membuat  FKN XI begitu semarak. Dengan pakaian adat kebesarannya masing-masing yang beraneka warna dan corak, menyulap suasana FKN XI bagai taman kupu-kupu di kecerahan senja yang indah memesona.

Meski berada di antara ratusan sultan, raja, permaisuri dan pengeran, mudah untuk menandai Sultan Palembang. Itu karena sosoknya yang merepresentasikan seorang raja yang seringkali ditampilkan di film-film, televisi atau pertunjukkan off air. Masyarakat terbiasa melihat seorang raja yang dipersonifikasikan dengan sosok berambut gondrong, sorot mata tajam, perawakan bidang,  gagah, berwibawa,  kharismatis, dan pandai mengenakan busana kebesaran kerajaannya. Dan Sultan Palembang, dikaruniai karakter alamiah yang mirip karakter seorang raja di film, televisi atau pertunjukkan off air.

Rambut gondrong lurus sebahu menjadi ciri khas utama yang membuat  Sultan Palembang mudah dikenali. Dipadu dengan ikat kepala tenun Palembang berlatar merah marun, terasa pas dengan kulit paras sawo matang seorang raja dari daerah tropis. Paduan itu menghadirkan sosok yang mewakili imajinasi masyarakat akan seorang raja dari daerah sekitar garis khatulistiwa yang terpapar matahari.

Sementara baju adat kebesarannya, berwarna kuning yang disulam aneka motif Kesultanan Palembang Darussalam. Warna kuning adalah warna kebesaran para raja yang dominan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Dengan segala penampilan itu, masyarakat langsung mengerubunginya saat rehat di acara-acara FKN XI. Seperti pada  penutupan FKN XI di Taman Air Goa Sunyaragi, Cirebon yang dihadiri Presiden Joko Widodo pada 18 September 2017, banyaknya masyarakat yang meminta berfoto, membuat  Sultan Palembang menjadi raja terakhir yang meninggalkan arena. Bahkan berkali-kali instruksi dari pengeras suara Panitia FKN XI meminta masyarakat meninggalkan Taman Air Goa Sunyaragi, Sultan Palembang masih terjebak kerumunan masyarakat yang antri, hanya sekedar untuk foto bersamanya.

Foto bersama kini memang menjadi tren  gaya hidup masyarakat luas. Dengan hadirnya media sosial dan telepon pintar, masyarakat memburu berbagai hal untuk difoto dan dalam sekejap mengunggahnya ke media sosial untuk berbagi informasi dengan masyarakat luas. Maka segala hal yang menarik untuk diabadikan dalam sebuah foto, masyarakat rela antri berlama-lama. Keberadaan Sultan Palembang di FKN XI Cirebon masuk kategori ini.

“Pak Sultan, minta foto bersama,” celetuk seorang bapak muda yang membawa pasangan dan anaknya.

“O iya mari,” jawab Sultan Palembang ramah.

Bapak muda tersebut bersama istri dan anaknya lalu merapat ke Sulan Palembang. Dengan latar Taman Air Goa Sunyaragi di malam hari yang penuh warna, pemuda itu menyodorkan ponsep pintarnya kepada seseorang untuk meminta tolong diabadikan.  Sesaat kemudian bunyi klik klik pertanda kemera tengah menangkap gambar terdengar beruntun.

Ketika hendak beranjak pergi, kelompok masyarakat lainnya datang dan mengutarakan keinginan yang sama. Kondisi tersebut berlangsung terus menerus sehingga Sultan Palembang menjadi Raja terakhir yang meninggalkan Taman Goa Sunyaragi pada 18 September 2017 malam.

“Seorang raja itu sesungguhnya harus mengayomi masyarakat. Maka saya harus melayani masyarakat. Raja itu harus dekat dengan rakyatnya,” jawab Sultan Palembang saat ditanya kenapa tak henti-hentinya bersedia diajak foto bersama meski ditengah kesibukan acara FKN XI yang padat.

Tak sekedar dari sosok penampilannya yang merepresentasikan seorang raja, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin juga pandai berorasi di podium. Dalam beberapa kesempatan diskusi di Kesultanan Kasepuhan dengan tema-tema yang berat tentang kebudayaan nasional, Sultan Palembang tak segan melontarkan pendapat dan kritikannya.

Seperti dalam diskusi dengan Menkopolhukam Wiranto dan mantan KASAL Slamet Soebijanto di forum resmi, Sultan Palembang berdiri untuk melontarkan berbagai kritikan tajam. Mendapat kritikan tajam dari Sultan Palembang, Menkopolhukam Wiranto yang sarat pengalaman pun memilih menghindari adu argumen. Demikian juga dengan Mantan KASAL Slamet Soebijanto yang dikenal tegas.

Dengan segala penampilan baik dari sisi fisik, kepandaian, dan karakter yang ramah tersebut, wajar jika kemudian Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dari Kesultanan Palembang Darussalam menjadi selebriti Festival Keraton Nusantara XI. (Mada Mahfud)

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan