oleh

Tak Terduga, Dua FSKN Bertemu di Istana, Staf Presiden Kebingungan

JAKARTA, MEDIARAJA.com-FSKN (Forum Silaturahmi Keraton Nusantara) mengalami dualisme, karena memang ada dua ormas keraton dengan singkatan sama persis: FSKN. Cepat atau lambat, hal tersebut akan menimbulkan kebingungan publik, dan kenyataannya memang demikian. Tak tanggung-tanggung, kejadiannya berlangsung di Kantor Staf Presiden, pekan ini. 

Berdasarkan informasi yang diperoleh mediaraja.com, pada Selasa 22 Mei 2018, Kantor Staf Presiden memiliki jadwal pertemuan dengan FSKN di Istana Negara, Jakarta. Salah satu materi pembahasan adalah rencana pelaksanaan Festival Keraton Sumenep Madura yang dijadwalkan berlangsung Oktober 2018.

Baca juga: http://mediaraja.com/dualisme-fskn-tak-terhindarkan-sama-sama-berbadan-hukum/

Meski Festival Keraton Sumenep adalah kegiatan yang masuk program FSKN pimpinan Sultan Sepuh XIV, pada kenyataannya Kantor Staf Presiden juga mengirimkan surat undangan kepada FSKN pimpinan Sultan Khairul Saleh. Maka datanglah Sekjen FSKN Sultan Khairul Saleh yaitu KRAy Dr. Ir. Naniek Widayati, MT.

Sementara dari FSKN Sultan Sepuh XIV hadir jajaran petingginya seperti Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, Sekjen Hj RAy Yani Soekotjo Kuswodidjoyo, dan Bendahara Umum Ibu Evi Mapparessa. Juga hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sumenep selaku tuan rumah Festival Keraton pada Oktober 2018 mendatang.

Baca juga: http://mediaraja.com/ini-dia-ormas-keraton-terdaftar-yang-dilaporkan-mendagri-ke-presiden/

Seperti biasa, pertemuan dengan Kantor Staf Presiden berlangsung di sebuah ruangan dengan  peserta duduk melingkari meja oval panjang. Keberadaan dua FSKN dengan petingginya yang hadir, tentu saja menimbulkan kebingungan bagi dua FSKN dan juga Kantor Staf Presiden. Pasalnya pertemuan tersebut bukan acara untuk membahas masalah dualisme FSKN.

Tampaknya pertemuan dua FSKN di Kantor Staf Presiden, benar-benar tak terduga.  Boleh jadi Kantor Staf Presiden belum tahu ada dualisme FSKN. (Mada Mahfud)

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *