oleh

Tazbir Abdullah: Wisata Budaya Dorong Pelestarian Budaya Keraton

Wisata Budaya makin mendapat tempat di hati masyarakat. Kecakapan para leluhur dalam mengkreasi budaya, tak henti mengundang decak kagum. Dengan kekayaan dan keunikannya, Indonesia sebenarnya tak akan mengalami kesulitan  mengembangkan wisata budaya.

Keraton yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia,  menjadi salah satu tujuan wisata yang diburu. Sebagai pusat budaya di masa lampau, keraton memiliki deretan kuliner, tarian, kerajinan, benda pusaka, tradisi, kitab, dan bangunan yang unik.

Semua aset budaya itu akan lestari jika terus digulirkan melalui kegiatan yang mampu menarik minat wisatawan. Setidaknya, dua hal bisa didapat keraton dengan menampilkan wisata budaya, yaitu mendapat dana untuk pemeliharaan keraton sekaligus melestarikan budaya leluhur.

Pemerintah baik pusat dan daerah mulai mendorong keraton sebagai salah satu destinasi wisata budaya andalan. Tak heran ajang Festival Keraton mulai marak di berbagai daerah. Untuk membahas potensi wisata keraton, mediaraja.com mewawancarai Tazbir Abdullah, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata.

Baca juga: http://mediaraja.com/kala-museum-pusaka-keraton-ditata-bagai-mall/

Baca juga: http://mediaraja.com/kesultanan-kanoman-pelestari-budaya-cirebon/

Sejauh mana potensi wisata budaya keraton?

Keraton sebagai potensi aset budaya nasional ini memang harus menjadi bagian tak terpisahkan dari produk pariwisata kita. Itu menjadikan wisata budaya kita semakin semarak. Keraton mulai menyadari, kedatangan wisatawan berdampak pula pada kelestarian dan kemajuan keraton itu sendiri. Dengan pendapatan dari wisatawan, keraton bisa mengemas produk lebih baik lagi seperti menampilkan kesenian, kuliner, dan produk kerajinannya.

Geliat dari keraton itu sendiri?

Keraton secara individual sudah sering melakukannya masing-masing seperti upacara-upacara adat. Sekarang meningkat lebih baik lagi dengan penyelenggaraan berbagai festival keraton yang dilakukan secara bersama-sama.

Potensinya besar sekali jika dikelola secara profesional dan dijaga kualitasnya.  Publikasi juga harus dilakukan jauh-jauh hari, memang harus ada sentuhan profesional dalam mengelola event ini. Penonton, panggung, dan display dikelola. Pokoknya yang pantaslah, jangan ada kekumuhan yang mengganggu kenyamanan.

Potensi budaya keraton di sisi mana?

Keraton itu punya makanan khas, tarian, kesenian, dan tradisi yang bisa menjadi keunikan dalam pariwisata kita. Keraton juga potensial karena memiliki banyak benda pusaka, hal yang jarang diketahui publik.

Lebih menarik lagi kalau keraton cukup jeli dalam menangkap peluang bisnis. Misalnya, orang bisa ikut foto menggunakan pakaian adat, tentu yang tidak melanggar pakem. Ini pengalaman yang menarik bagi wisatawan.  Jadi harus melihat dari sisi bisnisnya.

Namun dalam mengemas untuk menjadi wisata budaya yang menarik, keraton membutuhkan dana yang tidak sedikit. Bagaimana peran pemerintah di sini?

Memang seringkali mereka mengalami hambatan dalam pembiayaan.  Keraton itu aset budaya sehingga pemerintah daerah semestinya berkepentingan juga dengan ikut membantu pembiayaan. Pemerintah daerah bisa menjadikan keraton ini sebagai penggerak wisata budaya di daerahnya.

Peran pemerintah pusat bagaimana?

Tentu bagi-bagi tugas. Kami pemerintah pusat mempromosikan wisata budaya keraton, baik untuk pasar domestik maupun mancanegara. Jadi keluarannya nanti adalah Indonesia memiliki banyak event pariwisata termasuk yang berbasis budaya keraton.

Keraton mana saja yang sudah mampu mengelola wisata budaya?

Cirebon ada Keraton Kasepuhan dan Kanoman. Mereka rutin menggelar upacara budaya yang menarik bagi pariwisata. Keraton Yogya dan Solo sudah lebih dulu. Sekarang di luar Jawa, keraton juga mulai aktif menggelar kegiatan.

Ini penting juga bagi bangsa ini bahwa kita memiliki peninggalan sejarah yang adiluhung. Kita juga bisa menunjukkan pada dunia bahwa nenek moyang kita adalah bangsa besar dengan kerajaan besar. (Mada Mahfud)

Baca juga: http://mediaraja.com/matra-dan-lembaga-adat-bulungan-gelar-festival-adat-birau-berskala-nasional/

 

 

 

 

 

 

Share:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *