19 Desember 2017

Tugas Mendadak atau Polemik, Penyebab Mendagri Limpahkan ke Sekjen untuk Kukuhkan MARS Indonesia

Sekjen Kemendagri Hadi Prabowo tengah mengalungi lencana Pengukuhan 16 Pengurus MARS Indonesia

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sedianya akan membacakan sendiri pidato sambutan dalam Pengukuhan Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (MARS Indonesia). Namun dengan alasan keperluan mendadak ke Solo, naskah pidato Mendagri dibacakan Sekjen Kemendagri Drs Hadi Prabowo, MM.

Pengukuhan MARS Indonesia berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Pradja, Kementerian Dalam Negeri, Kamis, 24 Agustus 2017.

Ketidakhadiran Menteri Dalam Negeri secara tidak langsung dan memilih terbang ke Solo menghadirkan berbagai penafsiran. Itu sah-sah saja, Mendagri jauh-jauh hari dijadwalkan mengukuhkan pengurus Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (MARS Indonesia). Mendagri  selama ini yang getol menyuarakan perlunya wadah tunggal sehingga langkah kerjasama pemerintah dan keraton bisa dilakukan dengan lebih simpel.

Banyaknya organisasi Raja Sultan membuat kerjasama pemerintah dan keraton menjadi rumit. Ibarat seorang pria yang memiliki istri lebih dari satu, satu organisasi menjadi saluran, organisasi lain akan protes meminta Pemerintah bertindak adil.

Maka wajar Mendagri mendorong pembentukan wadah tunggal organisasi Raja Sultan. Hal itu terlihat dari  surat yang ditandatangani langsung  Mendagri Tjahjo Kumolo. Surat bernomor 0005/3744//SJ. Begitu urgennya surat undangan tersebut, dalam kolom sifat tercantum kata “Penting”. Surat tertanggal 21 Agustus 2017.

Surat ditujukan kepada para Raja, Sultan, Datu, Penglingsir, dan Kepala Adat se-Indonesia yang tergabung dalam Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (Mars Indonesia).

Surat secara tegas menyebutkan Mars Indonesia sebagai wadah tunggal. “Dengan hormat, dalam rangka Pengukuhan Pengurus Majelis Agung Raja Sultan Indonesia (Mars Indonesia) sebagai wadah tunggal, Menteri Dalam Negeri mengundang Bpk/Ibu/Sra (i) untuk hadir pada:” demikian bunyi surat undangan.

Dalam surat disebutkan Pengukuhan Mars Indonesia berlangsung pada 24 Agustus 2017. Waktu dimulai pukul 09.30. Tempat Sasana Bhakti Praja, Gedung C, Kementerian Dalam Negeri.

Surat Mendagri tersebut memunculkan polemik di kalangan para Raja Sultan. Sebagian setuju adanya wadah tunggal, sebagian lagi tidak setuju karena mereka sudah memiliki wadah sendiri. Jika terbentuk wadah tunggal, apakah wadah lama dibubarkan? Pertanyaan itu yang terus menggelinding di kalangan para Raja Sultan.

Merespon undangan untuk pengukuhan MARS Indonesia, lobi-lobi tandingan pun digelar, sebagian mempertanyakan langsung ke Mendagri baik lewat surat maupun watchup. Bahkan ada organisasi Raja Sultan yang khabarnya, mengancam akan mengerahkan massa, melakukan demonstrasi di depan kantor Kemendagri.

Surat dan pesan watchup atau ancaman untuk demontrasi, tak pelak menekan Mendagri.Dan bisa jadi pula tekanan itu yang membuat Mendagri melimpahkan tugas Pengukuhan Pengurus MARS Indonesia kepada Sekjen Depdagri.

Pada saat membacakan sambutan Mendagri, Sekjen Depdagri terlebih dulu menyampaikan permohonan maafnya karena Mendagri memiliki tugas mendadak.

“Yang Mulia Raja, Sultan, Datuk, Pengurus Majelis Agung Raja Sultan. Pertama kami memohonkan maaf Bapak Menteri Dalam Negeri yang telah menjadwalkan pengukuhan jauh hari dan telah mempersiapkan segala sesuatu, ada tugas mendadak, sehingga karena waktu jugalah, harus meninggalkan Jakarta menuju Solo. Kami akan sampaikan sambutan Menteri Dalam Negeri pada acara Pengukuhan Majelis Agung Raja Sultan Indonesia,” kata Hadi Prabowo, Sekjen Depdagri saat membacakan sambutan di depan sekitar 300 Raja, Sultan, Datu, Penglingsir, dan Kepala Adat yang menghadiri pengukuhan MARS Indonesia.

Dalam penutupan sambutannya, Sekjen Depdagri kembali menyampaikan permintaan maaf. “Demikian yang para Yang Mulia para Raja, Sultan yang hadir dalam kesempatan yang berbahagia ini. Telah kami sampaikan secara utuh, sambutan Menteri Dalam Negeri, sekali lagi mohon maaf, serta apresiasi yang tinggi dari Bapak Menteri Dalam Negeri. Sekian Wassalamualaikum Wr Wb,” papar Sekjen Kemendagri.

Namun terlepas dari berbagai polemik, sebuah organisasi yang lebih besar untuk mewadahi berbagai organisasi Raja Sultan memang diperlukan. Tujuannya agar lobi-lobi ke pemerintah menjadi lebih mudah dilakukan terutama menyangkut kerja sama upaya pelestarian seni budaya. (Mada Mahfud)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan